Newestindonesia.co.id, Bencana longsor besar yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (24/1/2026) dini hari masih menyisakan duka mendalam. Tim evakuasi gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI–Polri, dan relawan masih terus mencari ratusan warga yang diduga masih tertimbun material longsoran, sementara puluhan jenazah telah ditemukan dan ratusan warga lainnya mengungsi ke tempat aman.
Bencana yang terjadi akibat material tanah bercampur air dari lereng Gunung Burangrang itu menghantam permukiman di sejumlah kampung seperti Pasir Kuning dan Pasir Kuda, merusak sedikitnya sekitar 30 rumah warga dan memicu krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Duka dan Evakuasi
Hingga Minggu pagi (25/1), data terbaru menyebutkan bahwa 11 jenazah korban telah ditemukan, sementara 79 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Sedangkan 23 warga berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke lokasi pengungsian.
Ratusan warga juga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Berdasarkan catatan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung Barat, sekitar 279 jiwa atau 84 Kepala Keluarga (KK) kini berada di titik pengungsian seperti Kantor Desa Pasirlangu.
Kunjungan Tuti Turimayanti dari PDIP KBB
Dalam respons sosial terhadap musibah ini, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat, Tuti Turimayanti, melakukan kunjungan langsung ke lokasi longsor pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kunjungan itu dilaksanakan untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan oleh DPC PDIP KBB berupa kasur lipat, handuk, pakaian, selimut, pampers, dan pembalut bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Dalam keterangan tertulis yang dibacakan saat peninjauan, Tuti menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan para warga terdampak.
“Kami turut berduka cita atas bencana longsor desa Pasirlangu, semoga evakuasi korban dilancarkan dan dipermudah.” — Tuti Turimayanti, Ketua DPC PDI Perjuangan KBB
Ia juga mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Di tengah-tengah cuaca ekstream, saya menghimbau kepada Pemda KBB untuk memitigasi daerah rawan bencana. Hal ini penting untuk meminimalisir adanya korban ketika terjadi bencana alam.” — Tuti Turimayanti
Upaya Penanganan dan Tantangan di Lapangan
Evakuasi dan pencarian korban menghadapi tantangan berat. Medan yang terjal dan kondisi tanah yang labil menyulitkan akses tim penyelamat, apalagi hujan terus mengguyur kawasan tersebut sehingga risiko longsor susulan masih tinggi.
Koordinasi antara tim SAR, BPBD Jawa Barat, aparat kepolisian, dan relawan terus berjalan untuk memperluas area pencarian dan memastikan keselamatan warga serta petugas di lapangan.
Respons Pemerintah dan Bantuan Logistik
Selain bantuan dari PDIP KBB, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat juga telah menyalurkan bantuan logistik kebencanaan berupa tenda, kasur, selimut, makanan siap saji, sandang anak dan dewasa, serta perlengkapan keluarga lainnya. Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bahkan menetapkan status darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan alokasi bantuan serta memudahkan penggunaan dana darurat dalam operasional bantuan dan penyelamatan.
Harapan dan Ajakan Solidaritas
Musibah longsor ini tidak hanya menjadi persoalan lokal, namun juga menjadi panggilan solidaritas nasional. Pemerintah daerah, organisasi masyarakat, relawan, dan warga dari berbagai daerah diimbau untuk terus memberikan dukungan dalam bentuk tenaga, logistik, dan doa untuk para korban dan keluarga mereka.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login