Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Longsor Di Cisarua Bandung Barat, 11 Tewas Dan 79 Hilang

Petugas mengevakuasi jasad korban longsor di Cisarua Foto Whisnu PradanadetikJabar
Petugas mengevakuasi jasad korban longsor di Cisarua (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)

Newestindonesia.co.id, Operasi pencarian terus digelar setelah bencana tanah longsor dahsyat yang menimpa Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1).

Sebanyak 11 jasad korban telah ditemukan tim SAR, sementara 79 orang lainnya masih dalam pencarian, menurut data terbaru dari aparat kepolisian. Selain itu, 23 warga berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah tertimbun material longsor yang menimpa pemukiman warga pada dini hari.

Keterangan Kapolres Cimahi

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, yang berada di lokasi kejadian menyampaikan perkembangan pencarian pada Minggu pagi (25/1).

“Jadi sampai pagi hari ini, laporan yang kita terima itu ada 11 yang ditemukan, 23 selamat, dan 79 masih dicari,” ujar Niko kepada wartawan di posko evakuasi, dikutip melalui detikJabar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menambahkan bahwa tim gabungan SAR masih menyisir titik-titik yang diduga kuat menjadi lokasi tertimbunnya korban. Selain itu, pencarian juga melibatkan anjing pelacak dari Polda Jawa Barat untuk mempercepat upaya identifikasi dan evakuasi.

Medan Sulit dan Risiko Cuaca

Niko mengingatkan bahwa medan pencarian sangat sulit dan berbahaya. Lumpur tebal dan potensi hujan di siang hari meningkatkan risiko bagi tim SAR.
“Tetap kita ingatkan agar berhati-hati, medan sangat berbahaya. Lumpur tebal ditambah potensi hujan lagi di siang hari meningkatkan risiko,” ujar Niko.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi longsor demi menghindari hambatan terhadap mobilitas tim penyelamat, termasuk ambulans yang tengah bekerja intensif di area tersebut.

Upaya SAR 24 Jam dan Koordinasi Pemerintah Pusat

Operasi SAR dilakukan secara intensif tanpa henti. Lebih dari 250 petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB dikerahkan termasuk alat berat untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa prioritas utama tim adalah penyelamatan jiwa.

Baca juga:  Stok Pangan Cukup, Istana Sebut Pemerintah Masih Sanggup Atasi Bencana Banjir Sumatera

“Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam, non-stop,” ujarnya di lokasi pencarian.

Selain itu, Pratikno menjelaskan bahwa penanganan dibagi dalam beberapa klaster untuk mempercepat koordinasi, termasuk distribusi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kunjungan Wakil Presiden dan Rencana Relokasi

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut meninjau lokasi kejadian dan posko pengungsian pada Minggu pagi. Gibran meminta prioritas perhatian bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta penyediaan layanan kesehatan 24 jam di posko.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu ia menekankan pentingnya rencana relokasi bagi warga terdampak, namun tak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka saat ini agar mata pencaharian tidak jauh terputus.

Gibran juga meminta pengawasan ketat terhadap alih fungsi lahan di kawasan perbukitan dan dataran tinggi untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Kondisi Pemukiman dan Dampak Kerusakan

Berdasarkan laporan awal, longsor terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Material longsor bercampur air dan lumpur menyapu permukiman di Kampung Pasir Kuning dan sejumlah rumah penduduk turut tertimbun.

Sebanyak 30 rumah dilaporkan rusak total, menambah kompleksitas pencarian dan evakuasi di wilayah yang akses jalannya sempit dan berada di kaki perbukitan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fakta Tambahan Konteks Wilayah dan Musim Hujan

Fenomena longsor di wilayah Jawa Barat, termasuk kasus di Cisarua, tidak terlepas dari adanya musim hujan yang berlangsung dari Oktober hingga Maret setiap tahunnya, dengan curah hujan tinggi yang menimbulkan potensi banjir dan tanah longsor.

(DAW)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement