Kronologi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Komunikasi Hilang, SAR Temukan Puing

0
raker-komisi-v-dpr-dengan-mitra-kerja-29102024-dr-04jpg

Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Spt

Newestindonesia.co.id, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan secara rinci kronologi kejadian saat pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Pesawat yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport ini hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.

“Pada pukul 12.23 WITA, Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) Air Traffic Control sudah mengarahkan pendekatan pesawat ke landasan pacu 21 di Bandara Sultan Hasanuddin. Namun dari data radar, kami melihat pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya,” ujar Menhub Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1).

Menhub menjelaskan bahwa ATC kemudian memberikan instruksi koreksi posisi agar pesawat kembali ke jalur prosedur.

“Tidak lama setelah itu, komunikasi antara pengendali lalu lintas udara dengan pesawat hilang,” tambahnya, tanpa menjelaskan penyebab teknis hilangnya komunikasi.

Operasi Pencarian dan Evakuasi

Setelah kehilangan kontak, AirNav Indonesia bersama Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak terkait segera membentuk posko krisis di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, untuk mengkoordinasikan operasi pencarian.

Operasi SAR terpadu dimulai pada Minggu (18/1) pukul 06.15 WITA, dengan penggunaan drone milik TNI AU di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Baca juga:  Bareskrim Bongkar Peredaran Ekstasi Di New Star Club Bali, Manajer Hingga Waiters Diringkus

Tinggalkan Balasan