Korban Bencana Di Sumatera Bertambah, BNPB Catat 1.182 Meninggal Dan 145 Hilang

0
antarafoto-bencana-banjir-di-solok-1764317464_ratio-16x9

Foto udara banjir melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Hujan deras yang melanda daerah tersebut selama tiga hari menyebabkan Sungai Batang Lembang dan Sungai Batang Gawan meluap sehingga menyebabkan 598 kepala keluarga atau sebanyak 3.362 jiwa terdampak, serta 224 rumah terendam. ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/Lmo/rwa.

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan pembaruan terbaru data korban bencana di Sumatera. Hingga hari ini, jumlah korban jiwa akibat bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera mencapai 1.182 orang meninggal dunia dan 145 orang hilang, serta ratusan ribu warga masih mengungsi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa dalam dua hari terakhir terdapat penambahan korban jiwa.

“Dalam dua hari ini ada penambahan korban jiwa meninggal dunia dari Aceh Utara 1 jiwa, Langkat 2 jiwa dan Tapanuli Tengah 1 jiwa, sehingga ini menambah jumlah total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa,” ujarnya, Jumat (9/1/2026) seperti dikutip melalui detikNews.

Selain itu, BNPB juga mencatat bahwa 145 jiwa masih dinyatakan hilang, sementara 238.627 jiwa warga terdampak bencana masih berada di lokasi pengungsian. “Kemudian untuk korban hilang, per hari ini menjadi 145 jiwa dan saudara-saudara kita yang masih mengungsi itu 238.627 jiwa,” tambah Muhari.

Status Tanggap Darurat dan Penanganan Bencana

Muhari menjelaskan bahwa hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah yang berstatus tanggap darurat bencana. Di Provinsi Aceh, ada empat kabupaten/kota yang tetap memperpanjang status tanggap darurat, yaitu:

  • Aceh Tengah
  • Gayo Lues
  • Aceh Tamiang
  • Pidie Jaya

Sementara itu, 14 provinsi lainnya di Aceh telah bergeser dari tanggap darurat ke fase transisi, menunjukkan proses pergeseran penanganan bencana menuju tahap pemulihan.

Gubernur Aceh telah memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat di tingkat provinsi selama 14 hari ke depan, terhitung sejak 8 Januari hingga 22 Januari 2026, sebagai langkah antisipasi lanjutan terhadap dampak bencana.

Dampak Besar Bencana di Sumatera

Bencana alam yang terjadi di Pulau Sumatera, terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, permukiman, dan kehidupan warga. Cobaan ini menimbulkan tantangan besar bagi tim SAR, relawan, dan pemerintah daerah dalam melakukan upaya penyelamatan, pencarian korban hilang, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Baca juga:  Kali Cijayanti Meluap, 456 Warga Babakan Madang Bogor Terdampak Banjir

Upaya pencarian korban hilang hingga kini masih terus dijalankan di beberapa daerah terdampak, sementara koordinasi penanganan bencana dilakukan secara intensif bersama berbagai pihak.

Editor: DAW

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan