Newestindonesia.co.id, Sebuah video yang viral di media sosial memicu penyelidikan internal di Polsek Cilandak, Jakarta Selatan, setelah seorang warga menduga ada rekayasa dalam penanganan perkara yang dilaporkannya. Dalam video tersebut, warga menegur dua anggota polisi yang sedang berjaga karena surat laporan yang disodorkan kepadanya tidak sesuai dengan hasil klarifikasi awal.
Dalam lampiran berita acara pemeriksaan (BAP), justru tercantum barang bukti berupa timbangan narkoba, padahal laporan awalnya adalah dugaan penganiayaan.
Peristiwa ini menjadi bahan perbincangan luas setelah unggahan lewat akun Instagram @saukansamallo menjadi viral dan banyak dibagikan pengguna media sosial. Dugaan adanya perubahan isi BAP tersebut memunculkan pertanyaan luas mengenai prosedur penyidikan dan kredibilitas aparat penegak hukum.
Pemeriksaan Internal oleh Propam Polri
Kasi Humas Polsek Cilandak, Bripka Nuryono, memastikan bahwa pihak kepolisian sedang menelusuri kronologis penanganan perkara oleh penyidik yang bersangkutan.
“Akan dipastikan kronologis penyidiknya,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Lebih lanjut, Nuryono mengungkapkan bahwa oknum anggota yang diduga terlibat telah diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk pendalaman lebih lanjut guna memastikan apakah ada pelanggaran prosedur maupun kode etik Kepolisian.
“Untuk sekarang yang bersangkutan sudah diperiksa Propam, mohon maaf dan terima kasih,” kata Nuryono.
Polsek Cilandak juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban yang merasa dirugikan atas dugaan penanganan perkara tersebut, menyatakan bahwa proses pemeriksaan internal masih berjalan dan akan ditindaklanjuti sesuai hasil temuan.
Kehebohan Netizen dan Reaksi Publik
Unggahan di media sosial memperlihatkan ketidaksesuaian antara laporan awal—kasus penganiayaan—dengan isi BAP yang mencantumkan alat bukti narkotika yang tidak relevan dengan peristiwa yang dilaporkan.
Reaksi publik pun beragam: sebagian menyoroti dugaan rekayasa kasus yang bisa merugikan korban, memunculkan kritik terhadap integritas aparat, dan menyerukan transparansi dalam proses penyidikan.
Belum ada keterangan lanjutan dari Kepolisian terkait apakah barang bukti narkoba tersebut ditemukan di lokasi atau dalam kondisi lain, serta apakah tersebut ada kaitannya dengan oknum yang bersangkutan. Sampai berita ini ditulis, Propam masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan langkah hukum dan disipliner lebih lanjut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login