Isak Doa Dan Haru Iringi Pemakaman Farhan, Kopilot Korban Kecelakaan ATR 42-500

0
Foto: Tangis keluarga pecah usai jenazah kopilot pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan dimakamkan di Pemakaman Darusalam Valley, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Fuad Jauhary/detikSulsel)

Foto: Tangis keluarga pecah usai jenazah kopilot pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan dimakamkan di Pemakaman Darusalam Valley, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Fuad Jauhary/detikSulsel)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Sementara itu, tampak ibu Farhan duduk di dekat nisan sambil menangis setelah prosesi selesai. Seorang kerabat juga terlihat memegang foto Farhan ketika keluarga mendoakan kepergiannya.

Kisah Sosok Farhan dari Tetangga

Sebelumnya, tetangga di kawasan Makassar mengenang Farhan sebagai sosok yang sopan, rendah hati, dan mudah bergaul.

Salah satu warga, Zulkarnain, menyampaikan bahwa Farhan dikenal memiliki sikap yang baik sejak kecil.

“Kalau sosoknya luar biasa, sikapnya baik buat tetangga, terutama yang sekitar sini,” kata Zulkarnain saat jenazah tiba di rumah duka.

Zulkarnain menambahkan bahwa Farhan sering menyapa warga sekitar dengan ramah dan tidak sombong, serta memiliki hubungan yang hangat dengan lingkungan di tempat tinggalnya.

Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Kronologi dan Korban

Kopilot Farhan menjadi salah satu dari 10 korban tewas dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada 17 Januari 2026. Semua penumpang dan kru dinyatakan tidak selamat.

Baca di halaman selanjutnya >>>

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Gubernur Sulsel Resmi Lantik 4.047 PPPK Dan Paruh Waktu, Ingatkan Untuk Disiplin Dan Loyalitas

Tinggalkan Balasan