Fakta Di Balik Viral Ajudan Danrem Pada Jogja Marathon 2026, TNI Sebut Terjadi Kesalahpahaman

serda-ainul-yaqin-bersama-marshal-yang-menariknya-1782120620663_169

Foto: Dok. Tangkapan layar video permintaan maaf.

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Insiden yang melibatkan ajudan Danrem 072/Pamungkas dalam ajang Jogja Marathon 2026 menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang disebut sebagai ajudan Danrem dihentikan marshal karena berlari tanpa mengenakan nomor peserta atau bib, hingga memicu perdebatan di lintasan. TNI Angkatan Darat (AD) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut.

Peristiwa itu disebut terjadi saat pelaksanaan Mandiri Jogja Marathon 2026 di kawasan Yogyakarta pada Minggu (21/6/2026). Rekaman video yang beredar menunjukkan adanya ketegangan antara petugas lintasan dengan rombongan peserta yang kemudian diketahui berkaitan dengan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.

TNI AD Sebut Terjadi Kesalahpahaman di Lapangan

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi saat perlombaan berlangsung.

“Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung,” kata Donny dikutip Antara via detikNews.

Menurut Donny, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengikuti lomba bersama istri, seorang anak, dan seorang ajudan. Keempatnya telah terdaftar secara resmi sebagai peserta serta menggunakan tiket resmi yang diperoleh dari penyelenggara.

Sebagai peserta resmi, mereka mendapatkan bib atau nomor identitas yang wajib digunakan selama perlombaan berlangsung. Namun, dalam pelaksanaannya terjadi kendala yang kemudian memicu kesalahpahaman di lapangan.

Bib Ajudan Diduga Terlepas di Lintasan Padat

TNI AD menjelaskan bahwa ajudan yang mendampingi Danrem sebenarnya telah mengenakan bib sejak awal perlombaan. Namun nomor peserta tersebut diduga terlepas ketika berada di lintasan yang dipadati pelari.

Baca juga:  Viral Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Lansia Di Duren Sawit, Polisi Lacak Pelaku

“Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” ujar Donny.

Akibat tidak terlihat mengenakan bib, ajudan tersebut kemudian diberhentikan oleh marshal yang bertugas melakukan pengawasan peserta. Saat itu, ajudan diketahui sedang berlari sambil mendokumentasikan aktivitas Danrem di tengah perlombaan.

Insiden penghentian itu terekam dalam video yang kemudian viral dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.

Korem 072/Pamungkas Beberkan Kronologi

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, juga memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa ajudan yang bersangkutan merupakan peserta resmi dan telah memiliki nomor identitas lomba sejak awal.

“Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersama istri, satu orang anak, serta satu ajudan, mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta menggunakan empat tiket umum yang dimilikinya dan telah terdaftar secara resmi sebagaimana peserta lainnya,” jelas Suwito.

Ia melanjutkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, nomor peserta milik ajudan diduga terlepas ketika berada di area lintasan yang padat.

“Berdasarkan penjelasan yang diperoleh, ajudan yang mendampingi Danrem juga mengikuti kegiatan sejak awal dengan menggunakan nomor peserta (Bib). Namun dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” lanjutnya.

Suwito menyebut peristiwa tersebut pada dasarnya hanyalah kesalahpahaman yang telah diselesaikan oleh seluruh pihak.

“Terjadi kesalahpahaman aja, dan sudah saling memaafkan,” ujarnya.

Klarifikasi dan Mediasi Dilakukan

Setelah kejadian berlangsung, pihak penyelenggara, event organizer, serta Danrem 072/Pamungkas disebut langsung melakukan komunikasi dan klarifikasi.

Menurut Donny Pramono, seluruh pihak memahami bahwa insiden tersebut merupakan persoalan teknis di lapangan dan tidak berkaitan dengan hal lain.

Baca juga:  Heboh Di Talaud! 5 Oknum TNI AL Ditahan Usai Warga Dianiaya Di Pelabuhan Melonguane

“Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik,” kata Donny.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Mayor Inf Suwito yang mengapresiasi profesionalisme panitia dalam menjalankan aturan perlombaan.

Ajudan dan Marshal Saling Meminta Maaf

Sebagai tindak lanjut, ajudan Danrem yang diketahui bernama Serda Ainul Yaqin bersama marshal yang terlibat dalam insiden tersebut melakukan mediasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam video yang dibagikan pihak Korem, Serda Ainul Yaqin mengakui kesalahan karena berada di lintasan tanpa bib yang terlihat oleh petugas.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey, namun tidak menggunakan Bib. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan, dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Serda Ainul Yaqin.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada penyelenggara, relawan, petugas, dan peserta lain yang terdampak oleh kejadian tersebut.

Di sisi lain, marshal yang terlibat juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya dan menyatakan persoalan tersebut telah selesai.

“Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan, dan saya juga menganggap masalah ini telah selesai, terima kasih,” kata marshal dalam video tersebut.

TNI Minta Publik Tidak Berspekulasi

Menutup penjelasannya, TNI AD meminta masyarakat untuk melihat kejadian tersebut secara proporsional dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” ujar Donny Pramono.

Baca juga:  Penumpang Lion Air Yang Teriak Bawa Bom Ternyata Tak Bayar Hotel Di Merauke Dan Jalani Observasi Jiwa

Menurut TNI AD, persoalan tersebut telah selesai melalui komunikasi yang baik antara seluruh pihak yang terlibat dan tidak lagi menyisakan persoalan di lapangan.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement