Newestindonesia.co.id, Pencarian panjang terhadap seorang pria lanjut usia yang dilaporkan hilang saat mencari besi tua di Sungai Cipamingkis, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berakhir dengan duka. Setelah enam hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, jasad Oding (67) ditemukan pada Minggu sore (8/2) sekitar pukul 16.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Korban ditemukan oleh warga setempat yang tengah melakukan pemantauan di aliran Sungai Cipamingkis, tidak jauh dari titik awal ia dinyatakan hilang. Jarak penemuan jasad diperkirakan sekitar kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian awal.
“Kami menerima laporan dari warga bahwa korban ditemukan pada hari keenam, 8 Februari 2026, sekitar pukul 16.40 WIB. Kondisinya sudah meninggal dunia,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, Minggu (8/2/2026) dikutip melalui detikNews.
Setelah ditemukan, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat segera mengevakuasi jenazah dengan penuh kehati-hatian dari aliran sungai tempat korban ditemukan. Jasad kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan tradisi dan prosedur setempat.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan tim SAR dan keluarga, Oding yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung atau pencari besi tua meninggalkan rumah pada Selasa (3/2/2026) pagi. Ia berpamitan kepada keluarga untuk pergi mencari besi di sekitar bantaran Sungai Cipamingkis, seperti yang sering ia lakukan.
Namun hingga sore harinya, Oding belum juga kembali. Keluarga yang mulai merasa khawatir kemudian melakukan pencarian mandiri di lokasi biasa ia berburu besi. Dalam pencarian itu, keluarga hanya menemukan beberapa barang milik korban, termasuk sepasang sandal di tepi sungai.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada relawan serta BPBD Kabupaten Bogor, yang langsung mengerahkan tim SAR gabungan untuk mencari Oding. Operasi pencarian pun dilaksanakan sejak Selasa malam hingga Minggu sore.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Pencarian korban dilakukan selama enam hari penuh dengan menggunakan berbagai metode:
- Penyisiran darat dan air
- Pengarungan menggunakan perahu karet
- Penyelaman di titik-titik strategis
- Pemantauan dari udara menggunakan drone yang memantau jalur sungai hingga sejauh lebih dari 14 kilometer ke hilir dari titik awal hilangnya korban.
“Meskipun kami memantau visual dengan drone dari hari pertama sampai hari kelima, jalur sungai yang panjang dan alirannya yang berkelok membuat pencarian tidak mudah,” ujar Adam.
Dugaan Penyebab
Berdasarkan hasil temuan dan informasi dari tim SAR, Oding diduga terbawa arus dan hanyut di Sungai Cipamingkis saat mencari besi di sekitar aliran sungai. Arus sungai yang deras dinilai menjadi faktor utama hilangnya korban.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login