Dokter Klinik Universitas Riau Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan Seksual

universitas-riau-raja-adil-siregardetiksumut-1777270560305_169

Universitas Riau (Raja Adil Siregar/detikSumut)

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dokter di klinik Universitas Riau (Unri) tengah menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Pihak kampus pun mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sementara dokter yang diduga terlibat, guna mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi mengenai dugaan pelecehan tersebut pertama kali mencuat dari unggahan di media sosial yang beredar luas dalam beberapa hari terakhir. Unggahan itu bahkan menampilkan sosok dokter yang bertugas di Klinik Pratama Unri Sehati 1, meski wajahnya telah disamarkan.

Pihak Universitas Riau membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindakan tersebut. Kepala Biro Perencanaan Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Unri, Armia, menyatakan bahwa laporan sudah diterima dan kini tengah ditangani oleh satuan tugas khusus.

“Satgas PPKPT Universitas Riau telah menerima laporan dan segera melakukan proses penanganan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Armia, dikutip detikSumut Senin (27/4/2026).

Dinonaktifkan Demi Proses Pemeriksaan

Sebagai langkah awal penanganan, pihak kampus memutuskan untuk menonaktifkan sementara dokter yang diduga sebagai pelaku. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 27 April 2026.

Menurut Armia, keputusan tersebut diambil untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar tanpa adanya hambatan.

“Penonaktifan terduga pelaku terhitung mulai tanggal 27 April 2026. Terduga pelaku telah dinonaktifkan sementara dari tugas dan tanggung jawabnya guna mendukung kelancaran proses pemeriksaan,” jelasnya.

Penanganan oleh Satgas PPKPT

Kasus ini kini berada dalam penanganan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Riau. Satgas tersebut bertugas menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus, termasuk dugaan pelecehan seksual.

Langkah penanganan ini menunjukkan komitmen pihak kampus dalam menjaga keamanan serta kenyamanan civitas akademika, sekaligus memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara profesional dan sesuai prosedur.

Baca juga:  Banjir Di Cilegon, Satu Mobil Warga Hanyut Dan Sejumlah Wilayah Tergenang

Viral dan Jadi Perhatian Publik

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat setelah viral di media sosial. Sorotan publik pun meningkat, terutama terkait keamanan layanan kesehatan di lingkungan kampus.

Pihak Universitas Riau sendiri belum menyampaikan detail lebih lanjut mengenai kronologi maupun identitas terduga pelaku, karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

(DAW)