Cegah Pembantaian Satwa, Bupati Mesuji Unggah Sayembara Tangkap Tapir Berhadiah Rp 50 Juta

sayembara-yang-dikeluarkan-gubernur-lampung-terkait-tapir-1783322398775_169

Sayembara yang diposting Bupati Mesuji terkait tapir (Foto: Dok. Istimewa)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Bupati Mesuji, Elfianah, menarik perhatian publik setelah mengunggah poster sayembara resmi di akun Facebook pribadinya terkait penyelamatan satwa dilindungi. Dalam unggahan tersebut, diumumkan bahwa Gubernur Lampung menyediakan hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta bagi siapapun yang berhasil menangkap atau menemukan tapir dalam keadaan hidup dan sehat.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah demi menekan angka perburuan liar yang mengancam kelestarian tapir di wilayah Lampung, khususnya di Kabupaten Mesuji.

Melalui takarir (caption) di media sosialnya, Elfianah meminta masyarakat luas untuk ikut menyebarkan informasi ini agar peluang penyelamatan satwa endemik tersebut semakin besar.

“Mohon untuk disebar luaskan!! Siapa tahu anda yang beruntung akan diberi hadiah oleh Pak Gubernur Rp 50 juta,” tulis Elfianah dalam unggahannya, dikutip pada Selasa (7/7/2026).

Dipindahkan Ke Way Kambas

Saat dikonfirmasi, Elfianah menjelaskan latar belakang di balik keputusan Gubernur Lampung mengadakan sayembara bernilai puluhan juta rupiah tersebut. Menurutnya, wilayah Mesuji saat ini didominasi oleh hutan produksi yang bukan merupakan habitat alami bagi tapir.

Jika tapir berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, satwa tersebut nantinya akan dipindahkan ke kawasan konservasi yang lebih aman dan sesuai dengan ekologinya.

“Jadi Pak Gubernur hubungi saya, kalau ada lagi beliau mau kasih hadiah sama warga yang bisa nangkap hidup-hidup gitu loh. Mau dibawa ke Way Kambas, ke hutan lindung. Karena kalau di Mesuji kan bukan hutan lindung, hutan produksi. Iya bukan habitatnya gitu loh. Jadi mau dibawa ke sana, dikasih hadiah Rp 50 Juta,” terang Elfianah seperti dikutip melalui detikNews.

Lebih lanjut, Elfianah mengapresiasi inisiatif dari Gubernur Lampung. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari sayembara ini adalah aspek perlindungan satwa, berkaca dari insiden tragis perburuan tapir yang sempat terjadi sebelumnya.

Baca juga:  Viral Seorang ODGJ Teriak Kiamat Berujung Diamuk Massa Di Dalam Masjid

“Ini Pak Gubernur sudah bagus loh, tujuan biar nggak ada lagi peristiwa seperti yang kemarin. Jadi nggak ada lagi perburuan seperti yang kemarin,” lanjutnya.

Masyarakat Cukup Berikan Petunjuk Keberadaan

Guna mengantisipasi bahaya atau kesalahan penanganan saat proses penangkapan, Elfianah mengimbau warga—terutama mereka yang sering beraktivitas di ladang atau perkebunan—untuk tidak memaksakan diri menangkap satwa tersebut secara mandiri jika dirasa berisiko.

Masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan tapir cukup melaporkan dan menunjukkan lokasi pastinya kepada pihak berwenang. Pemerintah telah menyiapkan tim khusus bersertifikasi yang akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan proses evakuasi yang aman bagi satwa pelindung tersebut.

Warga yang memberikan informasi akurat hingga satwa tersebut berhasil diamankan dipastikan tetap berhak menerima hadiah yang dijanjikan.

“Masyarakat yang biasa ke ladang mungkin melihat tapir, kalau tidak bisa nangkap, nunjukkin aja bahwa barangnya ada di situ. Nanti ada tim yang kesana untuk menangkapnya, kalaupun dapat mereka (masyarakat) kan dapat uangnya,” pungkas Elfianah.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement