Banjir Bekasi Telan Korban, Lansia Terseret Arus

0
Tangkapan Layar 2026-01-18 pukul 194322

Foto: X/txtdaribekasy

Newestindonesia.co.id, Banjir melanda wilayah Bekasi, termasuk Bekasi Timur, menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh kawasan sejak Sabtu (17/1). Hujan deras ini memicu sejumlah sungai dan anak sungai meluap, hingga menggenangi permukiman warga serta menimbulkan arus deras di beberapa titik.

Sejumlah warga yang terdampak turut mengunggah laporan kondisi terkini di media sosial, termasuk potret genangan air dan arus deras yang membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.

Menurut info masyarakat, terdapat korban jiwa dalam peristiwa bencana ini. Korban diketahui atas nama Bapak Namad, berusia 78 tahun, warga RT 07 RW 06, Jalan Halmahera 13.

Disebutkan korban meninggal dunia setelah terseret arus banjir dari Jalan Halmahera 13 menuju Jalan Halmahera 15. Informasi ini masih bersifat laporan warga dan menunggu konfirmasi resmi dari otoritas setempat.

Banjir Meluas, Ribuan Warga Terdampak

Dilansir melalui Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi melaporkan bahwa banjir kali ini tidak hanya terbatas di satu titik, tetapi telah menyebar di 16 kecamatan dan 40 desa, dengan total 4.622 kepala keluarga (KK) terdampak.

Air sungai yang meluap berasal dari beberapa badan air utama, seperti Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang. Ketinggian muka air di berbagai lokasi dilaporkan bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di titik terparah, menyebabkan sejumlah permukiman dan jalan utama terendam.

Evakuasi dan Dampak Luapan Sungai

BPBD bersama tim gabungan termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) dan satuan pengamanan melakukan evakuasi warga di area yang terdampak parah, terutama di daerah dengan ketinggian air lebih dari satu meter.

Baca juga:  Viral Emak-Emak Di Bandung Diduga Edarkan Uang Palsu

Perahu karet dan kendaraan operasional dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan pelayanan darurat.

Beberapa wilayah perumahan padat penduduk di Kecamatan Tambun Utara, Tambun Selatan, Cikarang Barat, serta desa-desa di sepanjang aliran sungai besar juga mengalami banjir, yang menyebabkan gangguan aktivitas warga, terputusnya akses jalan, hingga menghambat mobilitas harian.

Imbauan dan Harapan Warga

Masyarakat setempat mengimbau warga lain agar tetap waspada dan menghindari area yang terendam, terutama saat arus air masih deras. Warga juga berharap pemerintah daerah segera mempercepat langkah penanganan serta mitigasi untuk mencegah kejadian serupa.

Editor: DAW

Tinggalkan Balasan