Prabowo Ingatkan Ancaman Kelaparan Global, Indonesia Bersyukur Sudah Swasembada Pangan

presiden-prabowo-subianto-foto-muchlis-jr-biro-pers-media-dan-informasi-sekretariat-presiden-1781098084479_169

Presiden Prabowo Subianto (Muchlis Jr/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Newestindonesia.co.id, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Mengacu pada peringatan yang disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Prabowo menyebut sejumlah negara berpotensi menghadapi kelaparan besar apabila tidak mampu menjaga ketahanan pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VIII HIPMI di Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan bahwa pangan merupakan sektor strategis yang menentukan kekuatan dan keberlangsungan suatu bangsa. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menganggap remeh persoalan pangan.

“Kita bersyukur kekuatan kita besar, akan ada tantangan kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada pangan, jangan kau anggap pangan itu tidak penting,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kondisi global saat ini menunjukkan adanya ancaman serius terhadap pasokan pangan dunia. Sejumlah lembaga internasional telah memperingatkan risiko meningkatnya kerawanan pangan akibat berbagai faktor, mulai dari konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga gangguan rantai pasok global.

Presiden menilai capaian Indonesia dalam memperkuat sektor pangan menjadi modal penting menghadapi tantangan tersebut. Ia bersyukur Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pangan dan memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan banyak negara lain yang masih bergantung pada impor bahan pangan.

Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Kekuatan Negara

Pernyataan Prabowo sejalan dengan sejumlah kesempatan sebelumnya ketika ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan sebuah negara.

Dalam agenda kenegaraan sebelumnya, Prabowo menyampaikan bahwa tidak ada negara yang dapat bertahan tanpa produksi pangan yang aman, lancar, dan berkelanjutan.

“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” ujar Prabowo.

Baca juga:  Polemik Richard Lee, Pendakwah Minta Status Mualaf Tak Dijadikan Senjata Hukum

Karena itu, pemerintah terus menempatkan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Strategi tersebut mencakup peningkatan produksi pertanian, penguatan cadangan pangan, serta upaya menjaga stabilitas distribusi dan harga bahan pokok.

Ancaman El Nino Perlu Diantisipasi

Di tengah optimisme terhadap kondisi pangan nasional, tantangan tetap membayangi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan aktif mulai pertengahan 2026 hingga awal 2027 dengan peluang mencapai kategori moderat hingga kuat. Kondisi tersebut berpotensi menekan curah hujan dan berdampak pada sektor pertanian serta ketahanan pangan.

BMKG meminta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan langkah antisipasi dan mitigasi sejak dini guna meminimalkan dampak terhadap sektor pangan, sumber daya air, energi, lingkungan, hingga perikanan.

Meski demikian, pemerintah meyakini fondasi ketahanan pangan yang saat ini telah dibangun dapat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang diperkirakan semakin kompleks dalam beberapa tahun ke depan.

(DAW)