Pemkab Jember Bersihkan Data Bansos, Wamensos: Sangat Membantu Pemerintah Pusat
Foto: dok. Kemensos
Newestindonesia.co.id, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember atas langkah verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN).
Langkah tersebut berhasil mengungkap ribuan data penerima bantuan sosial (bansos) yang sudah tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Berdasarkan hasil verifikasi terhadap 16.462 penduduk Desil 1 DTSEN di Kabupaten Jember, ditemukan 14.462 penerima bansos yang telah meninggal dunia.
Temuan itu terungkap setelah Pemkab Jember mengerahkan ASN untuk melakukan pengecekan langsung atau ground check terhadap data masyarakat penerima bantuan sosial.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan pemerintah daerah berkomitmen membantu pemerintah pusat dalam memastikan akurasi data sosial masyarakat.
“Saat ini kami sudah selesai verifikasi desil satu dan ke depan desil dua sampai desil empat atau lima Jember akan terus membantu pemerintah pusat untuk verifikasi,” ujar Gus Fawait dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Ribuan Akta Kematian Diterbitkan
Hasil verifikasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penerbitan akta kematian bagi warga yang masih tercatat dalam basis data sosial meskipun telah meninggal dunia.
Data yang ditemukan menunjukkan adanya sebaran penerima bansos yang masih aktif dalam sistem, meski penerimanya telah meninggal. Rinciannya meliputi 10.480 penerima PBI Jaminan Kesehatan, 2.845 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), serta 3.317 KPM Program Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Temuan tersebut dinilai penting karena data DTSEN menjadi dasar berbagai program perlindungan sosial pemerintah. Akurasi data menentukan ketepatan sasaran bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
Wamensos Beri Apresiasi
Menanggapi hasil verifikasi tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Jember yang dinilai proaktif membantu pemerintah pusat dalam memperbaiki kualitas data sosial.
“Daerah seperti Jember ini bagus. Semua ASN diturunkan untuk melakukan ground check. Itu sangat membantu pemerintah pusat dan membantu Kemensos juga,” kata Agus Jabo.
Menurutnya, pemerintah saat ini mendapat mandat untuk terus meningkatkan akurasi DTSEN. Data yang valid menjadi syarat utama agar program bantuan sosial maupun program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan efektif.
Agus Jabo menegaskan pembaruan data sangat penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak serta mendukung pelaksanaan berbagai program pengentasan kemiskinan.
Data Akan Dibersihkan oleh Pusdatin Kemensos
Kementerian Sosial meminta hasil verifikasi yang telah dilakukan Pemkab Jember segera disampaikan kepada pemerintah pusat agar dapat diproses lebih lanjut.
Data tersebut nantinya akan melalui proses cleansing atau pembersihan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemensos sebelum dimasukkan ke dalam sistem nasional.
“Nanti segera disampaikan ke Pusdatin. Kalau sudah dilakukan cleansing dan dinyatakan clear, data tersebut bisa segera dimutakhirkan dan ditambah kuota,” jelas Agus Jabo.
Langkah pemutakhiran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas DTSEN sebagai basis utama berbagai program bantuan pemerintah.
Jadi Contoh Perbaikan Data Sosial
Verifikasi yang dilakukan Pemkab Jember menjadi salah satu contoh keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam memperbaiki akurasi data sosial nasional. Sebelumnya, verifikasi lapangan dilakukan dengan menerjunkan lebih dari 20 ribu ASN untuk mendatangi warga secara langsung dan mencocokkan kondisi riil dengan data yang tercatat dalam DTSEN.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang terus mendorong pembaruan data secara berkala agar bantuan sosial, jaminan kesehatan, dan program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
(DAW)