Newestindonesia.co.id, Duka mendalam masih menyelimuti keluarga dan kerabat korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Salah satu korban meninggal dunia dalam insiden tersebut adalah Nur Alimantun Citra Lestari.
Dilansir melalui detikNews, Rekan kampus korban, Riza (19), mengenang momen terakhir bersama Citra sebelum kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line itu terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Riza mengatakan dirinya terakhir kali bertemu dengan Citra di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Saat itu keduanya sempat bersama sebelum akhirnya berpisah perjalanan.
“Terakhir ketemu di Jatinegara sebelum kejadian,” ujar Riza mengenang rekannya.
Menurutnya, Citra dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul di lingkungan kampus. Kepergian korban secara mendadak membuat banyak teman merasa kehilangan.
Kecelakaan tragis tersebut terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Insiden bermula saat sebuah taksi disebut sempat berhenti di tengah rel kereta api tidak jauh dari lokasi kejadian. Taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta.
Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada gerbong kereta dan memicu kepanikan penumpang. Proses evakuasi berlangsung selama berjam-jam melibatkan petugas gabungan dari PT KAI, Basarnas, kepolisian, dan tim medis.
Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut bertambah menjadi 15 orang.
“Iya, 15 meninggal,” kata Martinus di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sebanyak 10 korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara proses identifikasi korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Peristiwa ini juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden disebut telah memerintahkan investigasi menyeluruh terkait penyebab kecelakaan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti tabrakan kereta tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


