Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Kemenkes RI Keluarkan Imbauan Kesehatan Di Tengah Cuaca Ekstrem Jabodetabek

Ilustrasi gedung Kemenkes. Foto: rsmmbogor

Newestindonesia.co.id, Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk kawasan Jabodetabek, dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan dampak bagi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami hujan lebat dan angin kencang.

Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa faktor atmosferik menjadi penyebab kondisi cuaca yang tidak stabil tersebut.

Aktivitas Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia bagian selatan tercatat dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot (sekitar 28 kilometer per jam) dan tekanan udara 1001 hPa. Selain itu, penguatan Monsun Asia dan cold surge dari daratan Asia turut mempercepat pembentukan awan hujan masif di wilayah selatan khatulistiwa.

Kombinasi fenomena ini, termasuk aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, meningkatkan potensi hujan intensitas tinggi disertai angin kencang di banyak daerah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menanggapi meningkatnya risiko tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan sejumlah imbauan pencegahan yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, untuk membantu masyarakat tetap sehat dan selamat selama periode cuaca ekstrem.

Imbauan Kemenkes RI

Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan Kemenkes RI untuk mengurangi dampak kesehatan akibat cuaca ekstrem:

  • Tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir serta penyakit.
  • Menghindari kontak langsung dengan air banjir, memakai alas kaki, serta segera membersihkan diri jika tersentuh air kotor.
  • Melarang anak-anak bermain hujan atau genangan air, yang berisiko menyebabkan demam, diare, penyakit kulit, dan infeksi lainnya.
  • Memastikan pemberantasan sarang nyamuk, termasuk melaksanakan 3M Plus (kuras, tutup, dan buang tempat penampungan air).
  • Konsumsi makanan dan minuman bersih serta sehat untuk mencegah diare dan masalah pencernaan lain.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sebelum makan dan setelah ke luar rumah atau dari toilet.
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan asupan bergizi, cukup minum, istirahat baik, dan aktivitas fisik yang teratur.
  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan kalau mengalami gejala penyakit seperti demam, diare, nyeri otot, batuk sesak, atau luka akibat banjir yang tidak kunjung membaik.
Baca juga:  Tembok Roboh Akibat Longsor Di Depok Usai Hujan Deras, Damkar Turun Tangan

Imbauan ini dirilis sebagai bentuk tanggung jawab publik Kemenkes RI di tengah situasi yang dinilai masih sangat dinamis dan berpotensi berkembang.

Catatan Ahli: Risiko Penyakit Tambahan akibat Cuaca Ekstrem

Tak hanya imbauan dari Kemenkes, kondisi cuaca ekstrem juga disoroti oleh tenaga medis. Menurut Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dari Universitas Indonesia, perubahan suhu dan kelembapan udara akibat hujan berkepanjangan dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit lain.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Prof. Erlina menjelaskan bahwa suhu dingin dan kelembapan tinggi mampu membuat pertahanan alami saluran napas kurang efektif, sehingga bakteri dan virus lebih mudah menginfeksi tubuh terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat sebagai bentuk pencegahan, termasuk mencuci tangan rutin, menjaga etika batuk dan bersin, serta memelihara pola makan seimbang dan olahraga teratur.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Depok, Jawa Barat, memicu terjadinya tanah longsor di kawasan Sawangan Baru. Akibat peristiwa tersebut, sebuah tembok dilaporkan...

Regional

Newestindonesia.co.id, Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebabkan Kali Cibeber meluap dan merendam permukiman warga pada Kamis...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara cepat selama periode 28 April hingga 4 Mei...

Regional

Newestindonesia.co.id, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Kamis (30/4/2026) sore menyebabkan banjir di kawasan terowongan Tugu Pancakarsa, Jalan Alternatif Sentul, Kecamatan Babakanmadang,...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Aparat patroli keamanan di Kota Makkah, Arab Saudi, menangkap tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam promosi layanan haji ilegal melalui...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan,...

Regional

Newestindonesia.co.id, Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang wilayah Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (21/4/2026) malam. Peristiwa cuaca ekstrem...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa musim kemarau tahun 2026 di Indonesia diprediksi akan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Namun, kondisi...

Advertisement