Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, periode 28 April hingga 4 Mei 2026.
Dalam analisis terbarunya, BMKG menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih berada pada fase peralihan musim (pancaroba), yang ditandai dengan kondisi cuaca yang dinamis dan berubah cepat. Pagi hari umumnya cerah hingga terik, namun berpotensi berubah menjadi hujan pada siang hingga sore hari.
BMKG menyebutkan bahwa pola ini merupakan ciri khas masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. “Kondisi atmosfer yang labil pada periode pancaroba menyebabkan pertumbuhan awan konvektif lebih mudah terjadi, terutama pada siang dan sore hari,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain itu, sejumlah faktor dinamika atmosfer juga turut berkontribusi terhadap potensi hujan di Indonesia. Aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) disebut masih aktif dan mempengaruhi pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
BMKG juga mencatat bahwa dalam beberapa waktu terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tren menuju musim kemarau mulai terlihat, potensi hujan belum sepenuhnya berakhir.
Pola Cuaca Sepekan
BMKG merinci bahwa kondisi cuaca selama periode ini umumnya:
- Pagi hari: cerah hingga cerah berawan
- Siang hingga sore: berpotensi hujan ringan hingga sedang
- Malam hari: cenderung berawan atau hujan lokal
Hujan yang terjadi juga berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam durasi singkat, terutama di wilayah dengan pemanasan kuat pada siang hari.
Wilayah yang Perlu Waspada
BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan tidak merata dan dapat terjadi secara lokal, namun hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki peluang hujan pada periode ini. Wilayah dengan topografi pegunungan dan daerah dengan pemanasan tinggi pada siang hari memiliki risiko lebih besar terhadap hujan konvektif.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari.
“Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi cuaca terkini serta waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” tulis BMKG.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi potensi dampak turunan seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi akibat hujan mendadak.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


