Newestindonesia.co.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan menutup sebanyak 172 perlintasan sebidang serta merevitalisasi 1.638 titik lainnya sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul tingginya angka kecelakaan di perlintasan kereta api dalam beberapa tahun terakhir. KAI menyebut penanganan perlintasan menjadi prioritas utama untuk menekan risiko kecelakaan.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resminya, KAI menyebut saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.810 titik menjadi fokus penanganan.
“Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan diarahkan untuk penutupan dan 1.638 lainnya ditingkatkan aspek keselamatannya secara bertahap,” tulis KAI dikutip melalui detikNews.
KAI menegaskan langkah tersebut menjadi sangat penting mengingat tingginya angka korban kecelakaan di perlintasan ilegal maupun tidak terjaga.
“Data juga menunjukkan urgensi. Dalam periode 2023-2026, tercatat 948 korban kecelakaan, dengan sekitar 80% terjadi di perlintasan yang belum terjaga,” lanjut pernyataan tersebut.
Revitalisasi perlintasan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Badan Pengelola BUMN, Danantara, hingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
KAI menyebut langkah penanganan diperkuat lewat pendekatan berbasis data dan pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan sistem keselamatan di jalur kereta.
“Mulai dari peningkatan penjagaan, sistem komunikasi, CCTV, hingga panic button untuk kondisi darurat, serta pengembangan Automatic Train Protection (ATP) untuk membantu respons lebih cepat di perjalanan kereta,” kata KAI.
Menurut KAI, program revitalisasi dan penutupan perlintasan dilakukan secara bertahap agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Upaya ini dijalankan agar setiap langkah lebih tepat sasaran, risiko dapat ditekan, dan masyarakat yang melintas di perlintasan dapat merasa lebih aman. Karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sorotan terhadap keselamatan transportasi kereta api kembali menguat setelah sejumlah kecelakaan terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk insiden di wilayah Bekasi yang memicu berbagai evaluasi terhadap sistem keselamatan perjalanan kereta dan perlintasan sebidang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


