Newestindonesia.co.id, Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya setelah menjadi korban penyiraman air keras. Dalam pesan suara yang dibagikan ke publik, Andrie menegaskan dirinya tetap kuat menghadapi teror yang dialaminya.
Dalam rekaman suara tersebut, Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luas dari berbagai pihak.
“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” kata Andrie dalam rekaman suara yang dibagikan KontraS, dilihat Jumat (3/4/2026).
Ia menegaskan, dukungan tersebut menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihannya.
“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! panjang umur perjuangan!” ujarnya.
Masih Dirawat Intensif di RSCM
KontraS menyebutkan rekaman suara tersebut diambil pada 1 April 2026. Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Pihak keluarga, kuasa hukum, hingga rumah sakit juga membatasi kunjungan untuk menjaga kondisi korban selama masa pemulihan.
“rekaman suara ini diambil pada 1 April 2026. Saat ini Andrie Yunus masih dalam perawatan intensif di ruang HCU. Baik pasien, keluarga, kuasa hukum maupun pihak RS melarang kunjungan dari siapa pun,” tulis KontraS dikutip melalui detikNews.
KontraS menegaskan pembatasan ini dilakukan demi menjamin hak pasien atas pelayanan kesehatan yang aman serta perlindungan privasi.
“Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan dan hal ini dijamin oleh Undang-Undang,” lanjut pernyataan tersebut.
Kasus Masih Diusut, Pelaku Diduga Lebih dari Satu
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri masih dalam proses penyelidikan aparat. Sebelumnya, polisi mengungkap korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, dada, dan tangan akibat serangan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada 12 Maret 2026 malam di kawasan Jakarta Pusat, saat korban baru saja menyelesaikan kegiatan publik.
Aparat penegak hukum terus mendalami kasus ini, termasuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.
Sorotan Publik dan Isu HAM
Serangan terhadap Andrie Yunus menuai perhatian luas dari publik dan kalangan pegiat hak asasi manusia. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan sipil dan upaya membungkam suara kritis.
Kasus ini juga mendorong berbagai lembaga negara untuk ikut mengawal proses hukum agar berjalan transparan dan tuntas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login