Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah klaim bahwa Israel memaksa Washington menentukan waktu serangan militer terhadap Iran. Ia menegaskan keputusan untuk melancarkan serangan tersebut diambil secara independen oleh pemerintah Amerika Serikat karena kekhawatiran akan potensi serangan Iran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump bahkan mengatakan bahwa jika ada pihak yang mendorong keputusan tersebut, justru Amerika Serikat yang mungkin memengaruhi Israel.
“Jika ada, justru mungkin saya yang memaksa Israel,” kata Trump saat menjawab pertanyaan mengenai waktu serangan militer terhadap Iran, dikutip melalui Yahoo News.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai koordinasi militer antara Amerika Serikat dan Israel dalam operasi terhadap Iran. Sejumlah pihak sebelumnya menilai Washington bertindak setelah mengetahui rencana Israel menyerang Iran.
Klaim Serangan Bersifat Pencegahan
Dilansir melalui Associated Press, Trump menegaskan bahwa keputusan melancarkan serangan didasarkan pada keyakinannya bahwa Iran sedang bersiap melakukan serangan terlebih dahulu.
Trump mengatakan ia percaya Iran “akan menyerang lebih dulu,” sehingga Amerika Serikat memilih bertindak lebih cepat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk melindungi kepentingan keamanan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026. Operasi militer gabungan Washington dan Tel Aviv dilaporkan menargetkan berbagai fasilitas militer serta infrastruktur strategis Iran.
Perbedaan Pernyataan di Pemerintahan AS
Pernyataan Trump juga muncul setelah adanya perbedaan penjelasan dari pejabat pemerintahan AS mengenai alasan dimulainya serangan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya sempat mengatakan bahwa Washington mengetahui rencana Israel untuk menyerang Iran, yang berpotensi memicu balasan terhadap kepentingan Amerika di kawasan. Karena itu, AS memilih melakukan langkah militer lebih dulu.
Namun Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya didasarkan pada penilaian ancaman dari Iran, bukan tekanan dari Israel.
Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Konflik terbaru antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran global akan eskalasi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Operasi militer yang dimulai pada akhir Februari 2026 menargetkan sejumlah fasilitas militer dan pejabat penting Iran, yang kemudian memicu serangan balasan dari Teheran terhadap target di kawasan tersebut.
Para pengamat menilai konflik ini dapat memperburuk stabilitas kawasan, terutama karena Iran memiliki jaringan sekutu militer di berbagai negara Timur Tengah.
Meski demikian, Trump tetap menegaskan bahwa tindakan militer tersebut diperlukan untuk mencegah ancaman yang lebih besar.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login