Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Tekanan Tarif Dan Deflasi, China Turunkan Target Pertumbuhan Ekonomi 2026

BEIJING CHINA 4 Maret 2026 Presiden Tiongkok Xi Jinping berbicara dengan Perdana Menteri Li Qiang saat pembukaan sesi keempat Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok ke 14 CPPCC di Balai Besar Rakyat di Beijing Tiongkok Sesi keempat Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok ke 14 CPPCC yang sering disebut dengan akronimnya sebagai pertemuan CPCC dimulai pada hari Rabu di Beijing Foto oleh Lintao ZhangGetty Images
BEIJING, CHINA - 4 Maret 2026: Presiden Tiongkok Xi Jinping berbicara dengan Perdana Menteri Li Qiang saat pembukaan sesi keempat Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok ke-14 (CPPCC) di Balai Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok. Sesi keempat Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok ke-14 (CPPCC), yang sering disebut dengan akronimnya sebagai pertemuan CPCC, dimulai pada hari Rabu di Beijing. (Foto oleh Lintao Zhang/Getty Images)

Newestindonesia.co.id, Pemerintah China menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 4,5 hingga 5 persen, menjadi target terendah dalam lebih dari tiga dekade terakhir. Langkah ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut, mulai dari lemahnya permintaan domestik hingga tekanan geopolitik global.

Target tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri China Li Qiang dalam laporan kerja pemerintah pada pembukaan sidang tahunan National People’s Congress (NPC) di Beijing.

Li Qiang mengatakan perekonomian China menghadapi situasi yang semakin kompleks baik dari dalam negeri maupun dari faktor eksternal.

“Dalam beberapa tahun terakhir jarang sekali kita menghadapi situasi global yang begitu rumit dan penuh tantangan,” kata Li Qiang dalam pidatonya dikutip melalui CNN.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut pemerintah China, meskipun ekonomi masih menunjukkan ketahanan, berbagai tekanan struktural tetap membayangi, termasuk krisis sektor properti, konsumsi domestik yang lemah, dan persaingan geopolitik dengan negara lain.

Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Dikutip melalui laporan Wall Street Journal, Target baru tersebut lebih rendah dibandingkan target sebelumnya yang berada di sekitar 5 persen pada periode 2023–2025. Jika tercapai, pertumbuhan ini akan menjadi yang paling lambat dalam lebih dari 30 tahun di luar periode pandemi Covid-19.

Para analis menilai langkah ini menunjukkan perubahan strategi Beijing dari mengejar pertumbuhan cepat menuju pertumbuhan berkualitas.

Ekonom Bank of America untuk wilayah Greater China, Helen Chiao, mengatakan target moderat tersebut mencerminkan pendekatan realistis pemerintah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Ini menunjukkan para pembuat kebijakan mulai mengakui bahwa lemahnya permintaan domestik akan sulit pulih dalam waktu singkat,” ujar Chiao.

Selama beberapa tahun terakhir, ekonomi China menghadapi sejumlah tekanan serius, antara lain:

Baca juga:  310 Siswa dan Guru Iran Tewas, 750 Sekolah Rusak akibat Serangan AS-Israel
  • Krisis sektor properti yang berkepanjangan
  • Deflasi dan persaingan harga di berbagai industri
  • Penurunan investasi dan konsumsi domestik
  • Ketegangan perdagangan internasional

Dampak Tarif dan Geopolitik

Faktor eksternal juga ikut memengaruhi perlambatan ekonomi China, termasuk dampak perang dagang dan kebijakan tarif dengan Amerika Serikat yang masih terasa hingga kini.

Meski demikian, China tetap mencatat surplus perdagangan besar pada 2025 dengan memperluas pasar ekspor ke negara lain.

Selain itu, pemerintah China juga tengah mempersiapkan strategi ekonomi jangka panjang melalui Rencana Lima Tahun (2026–2030) yang berfokus pada inovasi teknologi dan kemandirian industri.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Beijing juga menargetkan penciptaan lebih dari 12 juta lapangan kerja di perkotaan dengan tingkat pengangguran sekitar 5,5 persen.

Fokus Baru: Konsumsi dan Teknologi

Untuk mendorong pertumbuhan, pemerintah China menekankan penguatan pasar domestik dan konsumsi rumah tangga sebagai pilar utama ekonomi.

Selain itu, investasi besar diarahkan pada sektor teknologi strategis seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan kendaraan listrik guna memperkuat daya saing global negara tersebut.

Ekonom Capital Economics Julian Evans-Pritchard menilai langkah kebijakan China masih terbilang hati-hati.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Meskipun pemerintah ingin menyeimbangkan ekonomi ke arah konsumsi, kebijakan konkret untuk mencapai tujuan tersebut masih terbatas,” ujarnya.

Sinyal Era Baru Ekonomi China

Selama beberapa dekade sejak reformasi ekonomi akhir 1970-an, China dikenal dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat bahkan mencapai dua digit. Namun dalam beberapa tahun terakhir, laju tersebut mulai melambat seiring perubahan struktur ekonomi dan dinamika global.

Penurunan target pertumbuhan ini dianggap sebagai sinyal bahwa China sedang memasuki era baru pertumbuhan yang lebih lambat namun lebih berkelanjutan.

Baca juga:  Trump Tegaskan Negosiasi Nuklir Iran Harus Dilanjutkan Usai Bertemu Netanyahu Di Gedung Putih

Para analis menilai fokus Beijing kini tidak lagi semata mengejar angka pertumbuhan tinggi, tetapi memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang dan kemandirian teknologi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat mencairkan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) dengan mengikuti sejumlah syarat dan prosedur yang telah ditetapkan....

Internasional

Newestindonesia.co.id, Dua mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett dan Yair Lapid, resmi membentuk koalisi politik untuk menantang pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam pemilu...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai salah satu solusi untuk...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Serangan militer Israel di wilayah Lebanon dilaporkan masih terus berlangsung meski kedua pihak berada dalam situasi gencatan senjata. Dalam insiden terbaru, sedikitnya lima...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan pasukan Israel yang memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina....

Finansial

Newestindonesia.co.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan dengan kembali bergerak ke zona hijau setelah sebelumnya tertekan oleh sentimen pengumuman dari Morgan Stanley...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara terkait isu viral yang menyebut adanya proyek “gaib” senilai Rp1,2 triliun. Proyek tersebut dikaitkan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta pemerintah membatalkan atau setidaknya menunda wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap tarif jalan...

Advertisement