Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Pembunuh Shinzo Abe Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup: Akhir Dari Kasus Yang Mengguncang Jepang

Orang orang memanjatkan doa untuk mantan Perdana Menteri Shinzo Abe di kuil Zojoji di Tokyo Jepang 8 Juli 2023 AP PhotoShuji Kajiyama File
Orang-orang memanjatkan doa untuk mantan Perdana Menteri Shinzo Abe di kuil Zojoji di Tokyo, Jepang, 8 Juli 2023. (AP Photo/Shuji Kajiyama, File)

Newestindonesia.co.id, Pengadilan Distrik Nara, Jepang, pada Rabu (21 Januari 2026) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Tetsuya Yamagami (45), pelaku yang mengaku membunuh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Juli 2022. Vonis ini menjadi babak akhir dari salah satu kasus kriminal paling mengguncang Jepang dalam beberapa dekade terakhir.

Abe, salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Jepang dan perdana menteri terlama masa pascaperang, tewas setelah ditembak dengan senjata rakitan saat berpidato dalam kampanye pemilihan legislatif di Kota Nara, wilayah barat Jepang. Serangan itu mengejutkan publik Jepang yang dikenal memiliki aturan kepemilikan senjata api yang sangat ketat serta angka kriminalitas senjata yang rendah.

“Keji dan Sangat Jahat,” — Hakim

Dalam putusannya, Hakim Shinichi Tanaka menggambarkan tindakan Yamagami sebagai “keji dan sangat jahat”, menekankan sifat terencana dari pembunuhan itu. Yamagami sendiri telah mengaku bersalah atas tuduhan pembunuhan dan pelanggaran undang-undang kepemilikan serta pembuatan senjata api.

“Mengambil nyawa seorang mantan perdana menteri merupakan kejahatan yang belum pernah terjadi dalam sejarah Jepang pascaperang,” ujar jaksa penuntut, sebagaimana dilaporkan media Jepang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Motif: Dendam terhadap Tautan Politik-Gereja

Yamagami mengaku bahwa motif di balik serangan itu bukanlah politik biasa, tetapi lebih kepada dendam pribadi terhadap Gereja Unifikasi — sebuah kelompok keagamaan kontroversial asal Korea Selatan — yang ia tuding telah menghancurkan kehidupan keluarganya.

Dalam pengadilan, Yamagami menyatakan bahwa ia awalnya berniat menyerang pemimpin gereja tersebut karena ibunya diduga menyumbangkan sebagian besar harta keluarga kepada organisasi itu, sehingga membuat kehidupan keluarga mereka hancur secara finansial. Ketika menemukan hubungan Abe dengan kelompok yang terkait Gereja Unifikasi, ia mengubah targetnya.

Baca juga:  Kasus 'Super Flu' Di Amerika Serikat Meningkat, IDAI Jelaskan Gejalanya

Debat Hukum atas Ringannya Hukuman

Jaksa penuntut menuntut hukuman penjara seumur hidup, tetapi pihak pembela meminta pengurangan hukuman berdasarkan latar belakang pribadi dan kondisi psikososial Yamagami.

Penasihat hukum terdakwa berargumen bahwa pengalaman hidupnya yang penuh kesulitan harus dipertimbangkan dalam penentuan vonis. Pengadilan akhirnya mengabaikan permohonan tersebut dan memutuskan hukuman maksimal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dampak Politik dan Sosial di Jepang

Kasus ini tak hanya menjadi persoalan hukum semata, tetapi juga memicu perdebatan nasional mengenai hubungan antara politik dan organisasi keagamaan di Jepang.

Investigasi terhadap latar belakang pembunuhan Abe memperlihatkan hubungan lama antara Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan Gereja Unifikasi, yang kemudian memaksa banyak politisi untuk menanggalkan dukungan maupun keterikatan mereka terhadap organisasi tersebut.

Selain itu, kasus ini menimbulkan sorotan besar terhadap praktik “spiritual sales” dan metode penggalangan dana yang agresif yang dikaitkan dengan Gereja Unifikasi, termasuk gugatan dan kompensasi besar terhadap mantan anggota. Organisasi ini bahkan menghadapi perintah pembubaran oleh pengadilan Tokyo pada Maret 2025 akibat pelanggaran dalam praktik bisnis dan dakwaan penyimpangan dari kegiatan keagamaan yang sah.

Reaksi Publik dan Warisan Abe

Putusan ini dihadiri oleh sejumlah besar masyarakat dan menarik perhatian publik Jepang maupun internasional. Vonis seumur hidup dianggap sebagian besar mencerminkan penolakan masyarakat terhadap kekerasan ekstrem, sekaligus memperkuat komitmen hukum Jepang terhadap supremasi hukum.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Shinzo Abe dikenang sebagai pemimpin konservatif yang kuat yang memperkenalkan reformasi ekonomi bernama Abenomics serta memperluas peran Jepang dalam keamanan regional. Kematian Abe tidak hanya mengguncang panggung politik domestik Jepang, tetapi juga mempengaruhi hubungan Jepang dengan sekutu internasionalnya.

Baca juga:  Pesawat Air China Kabinnya Kebakaran Gegara Baterai Lithium

Sumber: Berbagai Sumber, (DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement