Krisis Retensi Pekerja Terampil: Alasan Tersembunyi Migran Memilih Angkat Kaki Dari Jerman

kenapa-tenaga-kerja-asing-ramai-ramai-tinggalkan-jerman-1783131681420

Foto: Dok. DW

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Pentingnya Penguasaan Bahasa dan Ketepatan Kompetensi

Kondisi lapangan ini diamini oleh Tilman Frank, Ketua Asosiasi Rekrutmen Internasional. Perusahaannya telah mendampingi ribuan tenaga kerja asing, termasuk perawat, guru pendidikan anak usia dini, hingga fisioterapis untuk bekerja di Jerman. Frank menegaskan bahwa penguasaan bahasa Jerman adalah kunci utama adaptasi di dunia kerja.

“Masalah muncul ketika sejak awal proses menuju Jerman sudah salah arah—ketika sasaran rekrutmen keliru, seleksi tidak tepat, dan pembelajaran bahasa tidak didampingi dengan baik. Dalam kondisi seperti itu, kemungkinan mereka kembali ke negara asal sangat besar,” kata Frank. “Sebaliknya, jika mereka mendapat kesempatan belajar bahasa dan yang direkrut memang orang-orang yang benar-benar siap mengambil langkah besar ke Jerman, tingkat mereka untuk bertahan sangat tinggi.”

Saat ini, Jerman mencatat gelombang pekerja dari Kenya, India, dan Vietnam yang mencoba membangun karier di sana. Kenya aktif mendorong pemuda pengangguran ke luar negeri, sementara migran asal India dan Vietnam lebih didorong oleh motivasi keluarga yang melihat pendidikan vokasi di Jerman sebagai peluang emas. Kendati demikian, Jerman masih menghadapi kelangkaan tenaga kerja akut, khususnya pada sektor perawatan lansia.

Frank mendesak pemerintah agar memfasilitasi pembelajaran bahasa Jerman sejak para pekerja berada di negara asal mereka. Ia menilai program studi internasional berbasis bahasa Inggris kerap memberikan harapan palsu. “Banyak mahasiswa berharap bisa bekerja di Jerman setelah lulus, tetapi kenyataannya tidak berjalan demikian,” tambahnya.

Faktor lain yang memicu migran hengkang adalah ketidaksesuaian penempatan kerja dengan kompetensi. “Ada yang sebelumnya dilatih sebagai perawat rumah sakit di negara asal, tetapi setelah tiba di Jerman justru ditempatkan di panti jompo untuk menangani perawatan dasar, tanpa penjelasan yang memadai sejak awal,” ketus Frank.

Baca juga:  El Mencho Tewas dalam Operasi Besar, Trump Desak Meksiko Perangi Kartel

Langkah Maju: Rencana Agen “Work and Stay”

Frank tidak menampik adanya kekacauan administratif di Jerman. Perusahaannya bahkan memiliki daftar panjang berbasis Excel yang mencatat buruknya birokrasi, seperti kejadian di mana dua petugas berbeda memberikan keputusan masa berlaku visa yang saling bertolak belakang kepada satu pekerja.

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement