Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa negaranya berada dalam posisi yang sangat kuat menjelang putaran lanjutan negosiasi dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang masih tinggi antara kedua negara, bahkan saat gencatan senjata berada di ambang berakhir.
Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Washington memiliki keunggulan signifikan dalam perundingan tersebut. Ia juga mengindikasikan bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan semakin terbatas.
“Kami berada dalam posisi yang sangat kuat,” kata Trump, menegaskan optimisme Amerika Serikat dalam menghadapi proses negosiasi lanjutan.
Menurutnya, tekanan yang diberikan AS selama ini membuat Iran berada dalam situasi yang tidak memiliki banyak pilihan selain berunding.
Tekanan dan Ancaman Militer Masih Membayangi
Di sisi lain, Trump juga tidak menutup kemungkinan langkah militer jika kesepakatan gagal tercapai. Ia menyiratkan bahwa opsi tersebut tetap berada di atas meja, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan.
Dilansir melalui Reuters (22/4), Dalam berbagai pernyataan terpisah, Trump bahkan menegaskan kesiapan militer AS untuk bertindak jika diperlukan. Ia menyebut bahwa pihaknya tidak ingin memperpanjang gencatan senjata jika tidak ada kemajuan nyata dalam negosiasi.
Situasi ini membuat perundingan antara kedua negara berlangsung dalam tekanan tinggi, dengan ancaman eskalasi konflik yang terus membayangi.
Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman
Dari pihak Iran, sikap berbeda ditunjukkan oleh Ketua Parlemen yang juga menjadi negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan menerima negosiasi yang berlangsung di bawah tekanan atau ancaman militer.
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman,” ujar Ghalibaf.
Ia bahkan menambahkan bahwa Iran telah menyiapkan berbagai langkah strategis jika konflik kembali meningkat.
“Kami telah bersiap untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang,” lanjutnya.
Nasib Gencatan Senjata Ditentukan Negosiasi
Gencatan senjata antara AS dan Iran dijadwalkan segera berakhir, dan hasil perundingan terbaru akan menjadi penentu apakah konflik akan mereda atau justru kembali memanas.
Trump menegaskan bahwa keputusan terkait kelanjutan gencatan senjata sangat bergantung pada hasil negosiasi tersebut.
Di tengah situasi ini, kedua negara masih menunjukkan perbedaan tajam, baik dalam pendekatan diplomasi maupun syarat-syarat yang diajukan.
Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa jika negosiasi gagal, risiko konflik terbuka kembali meningkat, termasuk kemungkinan aksi militer lanjutan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login