Newestindonesia.co.id, Beberapa negara, termasuk India, mengatakan bahwa mereka telah menerima undangan untuk bergabung dengan inisiatif baru Presiden AS Donald Trump yang disebut “Board of Peace” (Dewan Perdamaian) untuk Gaza — bagian dari rencana perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah.
Trump mempromosikan dewan ini sebagai badan internasional yang akan mengawasi fase berikutnya dari rencana perdamaian di Gaza setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Seperti diberitakan Associated Press.
Board of Peace awalnya dibentuk untuk mengawasi administrasi dan rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang, tetapi konsepnya kini diperluas ke tujuan yang lebih luas, termasuk mempromosikan stabilitas dan perdamaian di berbagai wilayah konflik.
Pemerintah AS telah mengirim surat undangan ke puluhan negara untuk menjadi anggota pendiri dewan ini.
Beberapa negara yang diundang mencakup Albania, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Mesir, Hungaria, India, Italia, Jordan, Pakistan, Paraguay, Turki, dan Vietnam. Namun, respons terhadap undangan tersebut bervariasi — beberapa negara mempertimbangkan dengan hormat, sementara yang lain masih hati-hati dalam menanggapi.
Menurut rancangan piagam, Board of Peace akan menjadi organisasi internasional yang bekerja untuk “memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan menegaskan perdamaian yang langgeng di daerah yang terkena atau terancam konflik.” Piagam itu juga menetapkan bahwa anggota dapat memperoleh masa jabatan permanen jika mereka menyumbang dana besar (lebih dari US$1 miliar).
Dalam konteks Gaza sendiri, board ini akan mengawasi komite teknokrat Palestina sementara yang menjalankan administrasi harian Gaza dan memastikan disarmament (pelucutan senjata) kelompok bersenjata sebagai bagian dari rencana perdamaian.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login