Newestindonesia.co.id, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan, perempuan kini menjadi target utama jaringan sindikat narkoba. Kepala BNN, Marthinus Hukom mengungkapkan, kalangan perempuan khususnya ibu rumah tangga, dimanfaatkan sebagai kurir narkoba.
Ia menambahkan, perempuan tersebut mengantarkan paket narkoba melintasi antarwilayah. Modusnya adalah memanfaatkan anggota tubuh mereka.
“Perempuan yang ditangkap menyembunyikan sabu di organ intim untuk lolos dari pemeriksaan. Modus ini sangat sulit terdeteksi dan memanfaatkan celah pemeriksaan petugas,” Kata Marthinus dalam konferensi pers ’Pengungkapan Kasus Jaringan Narkotika’ di Kantor Pusat Bea Cukai Jakarta, Senin (23/6/2025), dikutip melalui RRI.
Ia menjelaskan, para perempuan tersebut dimanfaatkan jaringan besar. Mereka ditangkap secara terpisah, namun terkait dalam satu sindikat narkoba nasional.
“Lima tersangka perempuan ditangkap di Sumatra Barat dan Kalimantan Timur dan mereka berada di satu jaringan. Mereka masing-masing membawa sabu masing-masing sekitar 500 gram dalam tubuh,” ujarnya.
Dia melanjutkan, para perempuan tidak hanya bekerja sebagai kurir, melainkan juga berperan menjadi bandar narkoba. Keterlibatan aktif perempuan menunjukkan tingkat adaptasi tinggi dari sindikat narkoba.
“Para perempuan sadar dan terlibat secara sukarela menjalankan peran dalam melakukan aksi ini. Mereka memanfaatkan stereotip fisik untuk menyamarkan aksi penyelundupan,” ucapnya.
Marthinus menyayangkan keterlibatan perempuan, karena seharusnya menjadi panutan. Ia juga menekankan tentang pentingnya menjaga peran perempuan sebagai agen moral bangsa.
“Perempuan semestinya menjadi pembentuk karakter anak-anak dalam keluarga. Keterlibatan mereka malah mencoreng nilai luhur peran sebagai ibu,” katanya.
Dirinya mengimbau agar perempuan lebih berhati-hati dalam pergaulan sehari-hari. Lingkungan sosial yang aman dan mendukung diharapakan akan mencegah adanya kasus sindikat narkoba di Indonesia.
Editor: DAW
