Piala Dunia 2026: Tekuk Amerika Serikat 4-1, Belgia Tantang Spanyol Di Perempat Final
Amerika Serikat 1-4 Belgia Piala Dunia 2026. Foto: Dok. FIFA
Newestindonesia.co.id, Langkah Amerika Serikat di panggung Piala Dunia FIFA 2026 terpaksa terhenti secara dramatis di hadapan publik mereka sendiri. Bertanding di Seattle Stadium, tim berjuluk The Stars and Stripes itu harus mengakui keunggulan telak skuad Belgia dengan skor mencolok 1-4 pada pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sengit.
Kekalahan ini sekaligus memastikan Amerika Serikat menyusul dua negara tuan rumah bersama lainnya, Kanada dan Meksiko, yang sudah lebih dulu angkat koper di fase gugur ini. Sementara bagi Belgia, kemenangan impresif ini mengantarkan mereka melaju ke babak perempat final untuk menghadapi raksasa Eropa lainnya, Spanyol.
Dominasi Red Devils Sejak Menit Awal
Sejak peluit pertama dibunyikan, tim asuhan Rudi Garcia langsung menunjukkan taringnya. Tanda-tanda bahaya bagi lini pertahanan Amerika Serikat yang dikomandoi Mauricio Pochettino sudah terlihat ketika tendangan jarak jauh Timothy Castagne memaksa penjaga gawang Matt Freese melakukan penyelamatan gemilang di awal laga.
Tak lama berselang, Youri Tielemans hampir saja mengonversi umpan silang Dodi Lukebakio menjadi gol. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-9. Berawal dari umpan matang Leandro Trossard yang mengacak-acak pertahanan AS, Nicolas Raskin dengan cerdik mengirimkan bola melintang yang langsung disontek dengan mudah oleh Charles De Ketelaere untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Amerika Serikat sempat mengapungkan harapan pada menit ke-31. Melalui skema tendangan bebas, sepakan Malik Tillman berbelok arah setelah mengenai pemain bertahan lawan, sehingga mengecoh penjaga gawang Belgia, Thibaut Courtois. Skor pun berubah imbang 1-1.
Namun, kegembiraan publik Seattle hanya bertahan selama 116 detik. Belgia merespons dengan kilat melalui aksi Trossard di sisi kiri. Umpan silang akuratnya disambut dengan sundulan mematikan oleh De Ketelaere yang mencetak gol keduanya malam itu sekaligus membawa Belgia kembali unggul 2-1 hingga turun minum.
Kesalahan Fatal Lini Belakang AS
Memasuki babak kedua, misi kebangkitan Amerika Serikat semakin berat setelah melakukan kesalahan fatal di lini belakang menjelang laga berjalan satu jam. Matt Freese mencoba keluar dari sarangnya untuk menyapu bola, namun ia gagal menjangkau si kulit bundar.
Situasi tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik oleh De Ketelaere untuk merebut penguasaan bola. Ia kemudian menyodorkan umpan yang diselesaikan dengan tembakan jarak jauh Hans Vanaken ke gawang yang sudah kosong tanpa mampu dihalau oleh bek veteran Tim Ream pada menit ke-57. Gol tersebut menjadi gol perdana Vanaken di panggung Piala Dunia sepanjang kariernya.
Di sisa waktu pertandingan, Amerika Serikat berupaya keras menipiskan ketertinggalan. Pemain pengganti Sebastian Berhalter sempat melepaskan tembakan yang melebar tipis, disusul dua peluang emas Folarin Balogun yang digagalkan dengan luar biasa oleh kesigapan Thibaut Courtois di bawah mistar gawang Belgia.
Memasuki masa injury time, penyerang pengganti Romelu Lukaku menyempurnakan kemenangan Red Devils menjadi 4-1 lewat sebuah aksi individu dan penyelesaian akhir yang brilian pada menit ke-90+3. Gol ini menorehkan rekor pribadi bagi Lukaku, di mana ia berhasil mencetak gol dalam tiga laga Piala Dunia berturut-turut untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.
Berkat kontribusi besarnya, Charles De Ketelaere resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan (Michelob Ultra Superior Player of the Match). Dengan hasil ini, Belgia dijadwalkan menantang Spanyol—yang lolos usai mendepak Portugal—di Los Angeles Stadium pada tanggal 10 Juli mendatang.
(DAW)
