Sediakan Lahan 7,1 Hektare, Gubernur Koster Buktikan Bali Siap Eksekusi Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Gubernur Bali Wayan Konster (kedua kiri) usai dilantik di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Presiden Prabowo Subianto melantik 961 kepala daerah yang terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota dan 85 wakil wali kota dalam upacara tersebut. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Newestindonesia.co.id, Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan klarifikasi tegas guna menepis tudingan miring yang menyebut dirinya tidak mendukung atau menghambat program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berkomitmen penuh dan berada di barisan terdepan dalam menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN), termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar utama pemerintahan pusat saat ini.
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan narasi keliru yang sempat berkembang di media sosial menyusul adanya aksi penyampaian aspirasi oleh ratusan massa di depan Kantor Gubernur Bali pada Selasa (30/6/2026) lalu. Dalam aksi tersebut, koordinator lapangan menuntut agar Gubernur Bali tidak mempersulit atau menghambat implementasi kebijakan pusat di daerah.
“Saya sangat memahami tatanan bernegara dan penyelenggaraan pemerintahan, bahwa pemerintahan kita hanya satu, meliputi pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tegas Wayan Koster dalam keterangan resminya di Denpasar, Sabtu (4/7/2026).
Mantan Anggota DPR RI tiga periode ini menambahkan bahwa secara konstitusional, setiap kepala daerah terikat kewajiban mutlak untuk menjalankan seluruh program yang telah dicanangkan oleh kepala negara.
“Pemerintah daerah dan kepala daerah memiliki kewajiban melaksanakan kebijakan dan program strategis pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto,” sambungnya.
Langkah Nyata Bali: Siapkan Lahan 7,1 Hektare
Sebagai bukti konkret dukungan daerah, Koster mengungkapkan bahwa Pemprov Bali telah mengambil langkah-langkah strategis di lapangan jauh sebelum riak-riak tudingan tersebut muncul. Salah satunya adalah penyediaan aset tanah milik daerah secara cuma-cuma untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang program Makan Bergizi Gratis.
“Pemprov Bali telah mengambil langkah nyata dalam mendukung berbagai program strategis nasional. Pertama, penyediaan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program MBG,” urai Koster.
Fasilitas SPPG tersebut diproyeksikan menjadi pusat distribusi, pengolahan, dan pengawasan mutu makanan yang akan dibagikan kepada anak-anak sekolah serta kelompok sasaran lainnya di Pulau Dewata.
Koster menggarisbawahi bahwa perencanaan ini tidak dilakukan secara mendadak. Usulan mengenai titik lokasi dan kesiapan lahan untuk pembangunan SPPG yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali bahkan telah resmi diajukan ke Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak tanggal 20 Mei 2025.
Sejak awal program bergulir, Gubernur Koster juga mengaku telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali beserta seluruh jajaran kepala perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat. Jajaran Pemprov Bali diminta secara intensif melakukan koordinasi vertikal dan horizontal, baik dengan kementerian terkait di pusat maupun dengan pemerintah kabupaten/kota se-Bali, agar eksekusi di lapangan berjalan tanpa kendala birokrasi.
Melalui klarifikasi komprehensif ini, Koster berharap masyarakat Bali tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di jagat maya. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan program-program strategis nasional demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia di Bali.
(DAW)
