Kondisi Ferrari 488 GTB Yang Rusak Dipakai Main Bocah, Pemilik Tuntut Ganti Rugi Lewat Jalur Hukum

mobil-ferrari-dijadikan-perosotan-di-china-1783062069936_169

Mobil Ferrari dijadikan perosotan di China. Foto: Doc. Tangkapan layar

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Sebuah insiden mengejutkan yang melibatkan mobil mewah berkekuatan super tengah menjadi sorotan hangat di jagat maya. Satu unit Ferrari 488 GTB seharga miliaran rupiah di China dilaporkan mengalami kerusakan setelah dijadikan “wahana bermain” dan perosotan oleh empat bocah yang tidak dikenal. Buntut dari kejadian tersebut, pemilik supercar kini resmi melayangkan gugatan hukum terhadap orang tua para bocah.

Berdasarkan laporan yang disitat dari Carscoops yang dikutip Sabtu (4/7), peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China. Kejadian berlangsung ketika pemilik Ferrari sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota, sehingga kendaraan tersebut ditinggalkan.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, tampak empat anak yang diperkirakan berusia di bawah 10 tahun memanjat kap mesin mobil sport tersebut. Tidak hanya memanjat, anak-anak itu juga terlihat berdiri di atas kaca depan, berjalan di area atap, lalu meluncur ke bawah melalui kaca belakang layaknya sebuah perosotan.

Lebih parah lagi, aksi nakal anak-anak tersebut tidak berhenti di sana. Mereka juga terekam menusuk-nusuk bodi mobil mewah itu dengan menggunakan batang bambu.

Akibat aksi tersebut, kendaraan yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 9,5 miliar itu mengalami kerusakan kosmetik yang cukup parah. Kerusakan berupa baret yang cukup dalam ditemukan pada bagian kap mesin, atap, fender, lampu belakang, hingga kaca mobil. Selain baret, bemper depan mobil tersebut juga dilaporkan mengalami keretakan.

Upaya Damai yang Kandas

Pemilik Ferrari mengaku sangat terkejut saat kembali dari perjalanan dinas dan melihat kondisi mobil kesayangannya telah rusak. Kendati demikian, pada awalnya ia berniat menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin melalui jalan kekeluargaan.

Baca juga:  Arab Saudi Termasuk Indonesia Kecam Dua RUU Israel Serukan Caplok Tepi Barat

Demi meringankan beban orang tua anak-anak tersebut, pemilik bahkan sengaja memilih untuk tidak membawa mobilnya ke bengkel resmi Ferrari. Sebab, biaya perbaikan di bengkel resmi diperkirakan bisa melambung tinggi hingga menembus angka 100 ribu yuan atau setara dengan Rp 260 jutaan.

Sebagai gantinya, ia membawa mobil sport tersebut ke bengkel umum dan memilih menggunakan komponen aftermarket. Dari langkah efisiensi tersebut, total biaya perbaikan yang dihabiskan akhirnya berhasil ditekan menjadi hanya sebesar 29.360 yuan atau sekitar Rp 70 jutaan.

Namun, iktikad baik dari pemilik kendaraan tersebut justru bertepuk sebelah tangan. Saat proses mediasi dilangsungkan di kantor polisi setempat, orang tua dari keempat bocah tersebut menolak membayar penuh dan hanya bersedia memberikan ganti rugi sebesar 5.000 yuan atau berkisar Rp 13 jutaan. Selain enggan melunasi biaya perbaikan, para orang tua tersebut diklaim sama sekali tidak meminta anak-anak mereka untuk menyampaikan permohonan maaf.

Langkah Hukum Perdata

Merasa dirugikan dan tidak mendapatkan keadilan dari proses mediasi, pemilik Ferrari akhirnya memutuskan untuk membawa kasus ini ke meja hijau. Ia secara resmi menggugat orang tua keempat bocah tersebut ke pengadilan guna meminta ganti rugi penuh sesuai dengan total biaya perbaikan yang telah ia keluarkan.

Sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku di China, anak-anak yang berusia di bawah 14 tahun dilindungi dan tidak dapat dikenai sanksi penahanan administratif. Oleh karena itu, segala bentuk tuntutan ganti rugi atas kerusakan materiil yang disebabkan oleh anak-anak sepenuhnya dialihkan dan hanya dapat diajukan kepada orang tua atau wali sah mereka melalui jalur hukum perdata.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Skandal Terbongkar: Penunjukan Diplomat Inggris Terkait Epstein, Starmer Didesak Mundur