Gencatan Senjata Berlaku, 640 Ribu Warga Lebanon Yang Mengungsi Mulai Kembali Ke Rumah

akhir-penantian-pengungsi-lebanon-berbondong-bondong-pulang-usai-kesepakatan-as-iran-1781509457628_169

Ilustrasi. warga Lebanon yang mengungsi kembali ke rumah (Foto: REUTERS/Aziz Taher)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Situasi di Lebanon berangsur membaik seiring meredanya konflik bersenjata antara kelompok Hizbullah dan militer Israel. Berdasarkan data terbaru, dilaporkan lebih dari 640 ribu warga Lebanon yang sebelumnya terpaksa mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.

Dilansir dari AFP, konflik berskala regional ini pertama kali menyeret Lebanon pada tanggal 2 Maret lalu. Ketegangan meledak ketika kelompok Hizbullah—yang mendapat dukungan penuh dari Teheran—melepaskan rentetan tembakan roket ke arah wilayah Israel. Aksi tersebut diklaim sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam sebuah operasi serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Merespons serangan roket Hizbullah, militer Israel kemudian melancarkan operasi balasan berupa serangan udara besar-besaran yang diikuti dengan invasi darat ke wilayah Lebanon selatan. Hingga saat ini, pasukan Israel dilaporkan masih menduduki sebagian wilayah di area tersebut.

Dampak Korban Jiwa dan Gelombang Pengungsian

Otoritas berwenang di Lebanon menyatakan bahwa rangkaian serangan yang dilancarkan oleh Israel selama periode konflik tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Tercatat, serangan-serangan tersebut telah menewaskan sekitar 4.300 orang.

Selain jatuhnya korban jiwa, agresi militer ini juga memicu gelombang pengungsian massal yang memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan kediaman mereka. Sebagian besar para pengungsi tersebut berasal dari wilayah Lebanon selatan serta kawasan pinggiran selatan kota Beirut.

Data Pemulangan Pengungsi Menurut IOM

Titik terang mulai terlihat setelah ditandatanganinya kesepakatan damai yang melibatkan pihak Teheran dan Washington pada bulan lalu. Kesepakatan tersebut menetapkan pemberlakuan gencatan senjata di Lebanon yang secara resmi dimulai sejak tanggal 21 Juni.

Sejak masa gencatan senjata tersebut diimplementasikan, ratusan ribu warga secara bertahap mulai melakukan perjalanan kembali ke rumah mereka, khususnya yang berlokasi di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.

Baca juga:  Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Koridor Logistik Rusia Di Wilayah Pendudukan

Dalam laporan resmi terbarunya yang dirilis pada hari Kamis, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memaparkan rincian angka pergerakan masyarakat tersebut berdasarkan data koordinasi dengan otoritas lokal yang dihimpun sejak 22 Juni.

“646.107 orang pengungsi internal telah mulai kembali ke komunitas mereka,” tulis IOM dalam laporan resminya.

Kendati demikian, IOM juga menggarisbawahi bahwa pemulihan kondisi sosial ini belum sepenuhnya selesai. Lembaga migrasi internasional tersebut mencatat bahwa di samping ratusan ribu warga yang telah pulang, masih ada sekitar 500.000 orang lainnya yang sampai saat ini statusnya masih mengungsi dan belum bisa kembali ke tempat tinggal mereka.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement