Pilot AS Tewas Ditembak Di Papua, Menko Polkam Desak Tindakan Tegas Terhadap KKB
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan yang baru dilantik, Djamari Chaniago (tengah), dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir (kanan) saat upacara pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/09/2025). (AP/Achmad Ibrahim)
Newestindonesia.co.id, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengecam keras aksi sadis kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah membunuh seorang pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, di wilayah Papua Pegunungan pada Kamis (2/7).
Selain melakukan pembunuhan, kelompok separatis tersebut juga membakar pesawat milik PT Association Mission Aviation (AMA) yang dipiloti korban.
“Saya mengutuk keras pembakaran pesawat dan tindakan keji terhadap pilot pesawat AMA yang diduga kuat dilakukan KKB,” kata Djamari dalam siaran pers resmi Kemenko Polkam yang diterima di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Djamari menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, para pelaku harus ditindak dengan tegas karena telah merenggut nyawa seseorang serta mengancam stabilitas keamanan masyarakat di tanah Papua.
Ia memastikan akan mendorong jajaran TNI dan Polri untuk terus melakukan pengejaran di lapangan hingga para pelaku berhasil ditangkap.
“Saya meminta TNI dan Polri memperkuat pengamanan bandara guna memastikan keamanan aktivitas penerbangan di Papua,” tambah Djamari.
TNI Identifikasi Kelompok Elkius Kobak
Merespons insiden tersebut, Komando Operasi (Koops) TNI Habema bergerak cepat dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Pihak TNI saat ini tengah memburu kelompok separatis yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf Wirya Arthadiguna, mengungkapkan bahwa aparat keamanan telah berhasil mengidentifikasi dalang di balik aksi teror tersebut.
“Pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak,” ujar Wirya dalam siaran persnya.
Wirya memaparkan, peristiwa tragis itu bermula pada Kamis (2/7) pagi. Pesawat perintis tersebut lepas landas dari Bandara Wamena dan mendarat di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 06.46 WIT. Hanya berselang empat menit, atau tepatnya pukul 06.50 WIT, aksi serangan mendadak terjadi. Kelompok bersenjata menyerang pesawat hingga terbakar dan menyebabkan sang pilot gugur akibat luka tembak di tempat kejadian.
Evakuasi Jenazah ke Timika
Sebelum melakukan pengejaran penuh, fokus utama Koops Habema adalah mengevakuasi korban dari area konflik. Proses evakuasi dinilai cukup menantang karena kondisi geografis yang ekstrem.
“Hari ini operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh proses dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” jelas Wirya.
Setelah berhasil dievakuasi dari Distrik Sobaham, jenazah Nicholas F. Goselin langsung diterbangkan menuju Timika, Papua Tengah, untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.
Saat ini, personel TNI terus memperketat pengawasan di sekitar lokasi penembakan untuk mengantisipasi potensi adanya serangan susulan serta melindungi warga sipil. Aparat juga mengumpulkan berbagai petunjuk di lapangan guna melacak titik persembunyian kelompok pimpinan Elkius Kobak tersebut.
“Patroli juga dilakukan dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga,” pungkas Wirya.
(DAW)
