Resmi Keluar Dari Istana Buckingham, Raja Charles III Pilih Tetap Tinggal Di Clarence House

gettyimages-2281931950-612x612

Raja Charles III dan Ratu Camilla tiba dengan kereta kuda pada hari kelima Royal Ascot di Ascot Racecourse, Berkshire. Tanggal foto: Sabtu, 20 Juni 2026. (Foto oleh Aaron Chown/PA Images via Getty Images)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Raja Charles III secara resmi memutuskan untuk menghentikan tradisi yang telah berjalan selama hampir dua abad di lingkungan Monarki Inggris. Pemimpin takhta Britania Raya tersebut dipastikan tidak akan kembali tinggal di Istana Buckingham, meskipun bangunan ikonik di pusat kota London itu baru saja selesai direnovasi dengan anggaran fantastis mencapai 369 juta poundsterling atau setara dengan Rp8,7 triliun.

Proyek pemeliharaan besar-besaran yang memakan waktu selama 10 tahun tersebut sengaja dirancang untuk memanjakan pengunjung serta memperbarui infrastruktur vital gedung, termasuk penggantian instalasi listrik, pipa, hingga sistem pemanas yang sudah menua. Tercatat, istana bersejarah ini sukses menarik perhatian sekitar 700.000 wisatawan yang datang berkunjung setiap tahunnya.

Pergeseran Fungsi Istana Buckingham

Kendati tidak lagi menjadi kediaman utama bagi sang raja, Istana Buckingham dipastikan tidak akan kehilangan signifikansi politik dan budayanya. Bendahara Raja sekaligus pengelola dana pribadi kerajaan, James Chalmers, menegaskan bahwa bangunan tersebut akan diposisikan sebagai pusat seremonial dan aktivitas resmi monarki.

“Bangunan ini akan tetap menjadi markas besar monarki, permata mahkota dari bangunan nasional kita, dengan panji raja berkibar dengan proud (bangga) dari atap setiap kali Yang Mulia berada di London,” ujar James Chalmers resmi seperti dikutip melalui CNN.

Langkah ini menandai berakhirnya era Istana Buckingham sebagai tempat tinggal primer bagi penguasa Inggris, sebuah tradisi panjang yang dipegang teguh oleh para pendahulu Charles selama hampir 200 tahun terakhir.

Memilih Setia pada Clarence House

Untuk sisa masa pemerintahannya ke depan, Raja Charles III beserta Ratu Camilla memilih untuk tetap menetap di kediaman mereka saat ini, Clarence House.

Berdasarkan catatan historis, baik Raja Charles III maupun mendiang Ratu Elizabeth II sebenarnya sudah tidak pernah lagi menginap di Istana Buckingham sejak tahun 2019. Kendati demikian, pihak istana mengonfirmasi bahwa raja tetap akan mempertahankan sejumlah kamar pribadi di dalam Istana Buckingham yang sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai akomodasi dinas.

Baca juga:  Iran Ancam Kejar Dan Bunuh Netanyahu Jika Masih Hidup, IRGC: Kami Akan Memburunya

Transparansi Finansial dan Tagihan Pajak Fantastis

Keputusan mengejutkan mengenai masa depan Istana Buckingham ini mencuat ke publik bertepatan dengan momen krusial saat pihak kerajaan merilis laporan tagihan pajak pribadi milik Raja Charles III dan sang putra mahkota, Pangeran William.

Laporan keuangan tersebut menunjukkan bahwa Raja Charles III membayarkan tagihan pajak pribadi dalam jumlah yang sangat masif, yakni sebesar £12,9 juta atau berkisar Rp305 miliar untuk periode tahun 2024-2025. Angka tersebut secara otomatis menempatkan sang raja ke dalam daftar 100 pembayar pajak terbesar di seluruh wilayah Inggris.

Di saat yang sama, Pangeran Wales (Pangeran William) dilaporkan membayar pajak pribadi sebesar £7,76 juta atau setara dengan Rp183 miliar untuk periode yang sama.

Pihak Kerajaan Inggris secara terbuka menyatakan bahwa pengungkapan nominal pajak yang dibayarkan secara sukarela oleh Raja Charles III maupun Pangeran William merupakan murni keputusan pribadi yang diambil secara sadar. Langkah transparansi yang jarang terjadi ini sengaja dilakukan demi menjaga hubungan baik dengan publik.

“Ini untuk mendorong pemahaman yang lebih luas tentang akuntabilitas kami,” jelas perwakilan resmi pihak kerajaan.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement