Kerangka APBN 2027 Disetujui, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6,5 Persen

rapat-pemerintah-dengan-komisi-xi-1781174722975_169

Foto: Anisa Indraini

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI resmi menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027. Kesepakatan tersebut menjadi landasan awal penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Persetujuan itu dicapai dalam rapat kerja antara pemerintah dan Komisi XI DPR RI pada Kamis (11/6). Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta persetujuan pemerintah atas hasil pembahasan yang telah dilakukan.

“Apakah dengan resume yang telah saya sampaikan tadi, pemerintah ada pandangan atau bisa menerima atau sudah setuju dengan apa yang disampaikan?” kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dikutip melalui detikFinance.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mewakili pemerintah menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan bersama DPR.

“Kami bisa menerima dan setuju dengan apa yang disampaikan,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Misbakhun kemudian menegaskan bahwa hasil pembahasan Panitia Kerja (Panja) telah disepakati kedua belah pihak.

“Hasil Panja telah disepakati dan setuju antara Komisi XI dengan pemerintah,” kata Misbakhun.

Defisit APBN 2027 Tetap 1,8-2,4 Persen PDB

Dalam postur RAPBN 2027, pemerintah tetap mempertahankan defisit anggaran pada kisaran 1,80 persen hingga 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Defisit tersebut terjadi karena pendapatan negara masih lebih kecil dibandingkan belanja negara.

Meski demikian, terdapat perubahan pada target rasio pendapatan negara. Batas bawah target pendapatan negara naik menjadi 12,01 persen hingga 12,40 persen terhadap PDB. Sebelumnya, kisaran tersebut berada pada level 11,82 persen hingga 12,40 persen.

“Disepakati rasio pendapatan negara 2027 pada kisaran 12,01% sampai 12,40% terhadap PDB,” kata Purbaya.

Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 5,8-6,5 Persen

Dari sisi asumsi dasar ekonomi makro, pemerintah tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

Baca juga:  Gagal Di Masa Muda Dan Bangkrut : Apakah Bisa Bangkit?

Target tersebut diyakini dapat dicapai melalui strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Angka tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan pembahasan sebelumnya.

Daftar Lengkap Kerangka APBN 2027

Postur APBN 2027

  • Pendapatan negara: 12,01-12,40 persen PDB (berubah)
  • Defisit APBN: 1,80-2,40 persen PDB (tetap)

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5 persen
  • Inflasi: 1,5-3,5 persen
  • Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3 persen
  • Nilai tukar rupiah: Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS

Sasaran dan Indikator Pembangunan 2027

  • Tingkat kemiskinan: 6-6,5 persen
  • Kemiskinan ekstrem: 0 persen
  • Tingkat pengangguran terbuka: 4,30-4,87 persen
  • Rasio Gini: 0,362-0,367
  • Indeks modal manusia: 0,575
  • Indikator kesejahteraan petani: 0,8038
  • Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 persen
  • Gross National Income (GNI) per kapita: 5.800-5.840
  • Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: 76,84.

Kesepakatan antara pemerintah dan Komisi XI DPR RI tersebut menjadi pijakan awal penyusunan RAPBN 2027 yang diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement