Samsung Perluas Bisnis Kesehatan, Investasi US$175 Juta Di Perusahaan Genomik Amerika

gettyimages-2212099900-612x612

Orang-orang berjalan melewati logo Samsung yang terpampang di pintu kaca di gedung Seocho milik perusahaan di Seoul pada 30 April 2025. Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, melaporkan kenaikan laba operasional kuartal pertama sebesar 1,2 persen, didukung oleh penjualan smartphone yang kuat, bahkan di tengah ketegangan perdagangan AS yang membayangi. (Foto oleh Jung Yeon-je / AFP) (Foto oleh JUNG YEON-JE/AFP via Getty Images)

Newestindonesia.co.id, Samsung Electronics terus memperluas jejak bisnisnya di sektor teknologi kesehatan melalui investasi strategis di bidang genetika. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mengumumkan investasi sebesar US$175 juta ke perusahaan genomik Amerika Serikat, Element Biosciences, yang membuat Samsung menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan tersebut.

Investasi tersebut merupakan bagian dari putaran pendanaan Series E yang diperbesar oleh Element Biosciences. Meski nilai total pendanaan tidak diungkapkan, perusahaan yang berbasis di San Diego, California, itu menyatakan dana segar tersebut akan digunakan untuk memperluas komersialisasi produk-produk sekuensing genetik serta mendukung peluncuran sejumlah produk baru.

Langkah ini menandai semakin seriusnya Samsung dalam mengembangkan bisnis kesehatan digital dan teknologi medis yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu fokus pertumbuhan perusahaan.

Samsung Jadi Pemegang Saham Terbesar

Dalam pernyataannya seperti dilansir melalui Reuters, Rabu (10/6/2026), Samsung mengatakan investasi senilai US$175 juta tersebut akan menjadikan perusahaan sebagai pemegang saham terbesar di Element Biosciences sekaligus memperdalam kerja sama strategis antara kedua perusahaan.

Element Biosciences sendiri merupakan perusahaan teknologi genomik yang mengembangkan perangkat dan solusi untuk analisis DNA dan RNA. Teknologi tersebut digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari penelitian medis, deteksi penyakit, hingga pengembangan obat-obatan baru.

Investasi ini juga memperkuat posisi Samsung dalam upaya memasuki pasar layanan kesehatan berbasis data genetik yang diproyeksikan tumbuh pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Fokus pada Pengembangan Teknologi Diagnostik Genetik

Menurut Samsung, kolaborasi dengan Element Biosciences akan membuka peluang pengembangan bisnis baru, khususnya di bidang diagnostik genetik generasi berikutnya.

Perusahaan berencana mengombinasikan teknologi sekuensing DNA dan analisis multi-omics milik Element dengan kemampuan Samsung dalam kecerdasan buatan (AI), perangkat medis, dan layanan kesehatan digital.

Baca juga:  Bos OnlyFans Leonid Radvinsky Wafat Di Usia 43 Tahun, Ini Perjalanan Bisnisnya

Presiden sekaligus Co-Chief Executive Officer Samsung Electronics, TM Roh, mengatakan sinergi kedua perusahaan diyakini mampu mempercepat kemajuan layanan kesehatan personal.

Menurutnya, keahlian Samsung dalam bidang AI, perangkat medis, dan kesehatan digital yang dipadukan dengan teknologi analisis genomik inovatif milik Element akan menciptakan peluang besar bagi masa depan pengobatan yang lebih personal.

Ia juga menegaskan Samsung akan terus berinvestasi di berbagai sektor kesehatan, mulai dari perangkat medis presisi hingga teknologi kesehatan digital.

Dana untuk Ekspansi Produk dan Pasar Global

Element Biosciences menyatakan pendanaan baru akan digunakan untuk mempercepat pemasaran produk-produk unggulannya seperti AVITI dan VITARI, sekaligus mendukung peluncuran produk terbaru AVITI Dx dan AVITI24.

Sistem AVITI merupakan perangkat sekuensing gen yang mampu membaca dan menganalisis DNA maupun RNA. Teknologi tersebut memiliki berbagai aplikasi penting dalam dunia kesehatan, termasuk penelitian penyakit, identifikasi mutasi genetik, serta pengembangan terapi dan obat baru.

Selain memperluas komersialisasi produk, pendanaan juga akan digunakan untuk meningkatkan kehadiran internasional perusahaan dan mendukung pengembangan produk masa depan yang ditujukan untuk kebutuhan penelitian, pengembangan obat, serta diagnostik medis.

Persaingan Industri Genomik Semakin Ketat

Pasar teknologi sekuensing gen saat ini masih didominasi oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Illumina. Namun sejumlah pemain lain mulai memperkuat posisinya melalui investasi dan pengembangan teknologi baru.

Perusahaan farmasi global Roche, misalnya, terus memperluas eksistensinya di bidang diagnostik molekuler dan sekuensing generasi berikutnya melalui berbagai kemitraan strategis dan investasi.

Masuknya Samsung sebagai pemegang saham terbesar Element Biosciences dipandang sebagai langkah penting yang dapat mengubah peta persaingan industri genomik global, terutama dengan dukungan kemampuan AI dan perangkat kesehatan yang dimiliki perusahaan Korea Selatan tersebut.

Baca juga:  Donald Trump Kesal Karena Rambutnya Jelek Di Sampul Majalah TIME

Menatap Era Pengobatan Presisi

Investasi Samsung mencerminkan tren global yang semakin mengarah pada pengobatan presisi atau personalized medicine. Pendekatan ini memungkinkan terapi dan diagnosis disesuaikan dengan karakteristik genetik masing-masing individu sehingga berpotensi meningkatkan efektivitas pengobatan.

Melalui kombinasi teknologi genomik, kecerdasan buatan, dan perangkat kesehatan digital, Samsung berharap dapat mengambil peran lebih besar dalam transformasi industri kesehatan global.

Meski demikian, transaksi investasi ini masih menunggu persetujuan regulator sebelum dapat diselesaikan sepenuhnya.

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, langkah Samsung menjadi pemegang saham terbesar Element Biosciences akan menjadi salah satu investasi terbesar perusahaan di sektor genetika dan kesehatan digital dalam beberapa tahun terakhir.

(DAW)