BMKG Catat Gempa M 5,2 Di Barat Laut Tahuna Kepulauan Sangihe, Kedalaman 10 Kilometer

A Record of Seismic Waves Caused by Earthquakes. 3D Rendering.

Ilustrasi, Foto: Petrovich9

Newestindonesia.co.id, Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah perairan barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Rabu (10/6/2026) sore.

Informasi resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 16.13.37 WIB atau sekitar 17.13 WITA.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 5,71 Lintang Utara dan 125,15 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer, yang tergolong sebagai gempa dangkal.

Dalam laporan awalnya, BMKG menyampaikan:

“Info Gempa Mag:5.2, 10-Jun-26 16:13:37 WIB, Lok:5.71 LU,125.15 BT (236 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT), Kedlmn:10 Km,” Demikian informasi dari BMKG yang dikutip oleh Newest Indonesia.

Pusat Gempa Berada di Laut

Lokasi episentrum yang berada di wilayah laut menunjukkan bahwa aktivitas seismik terjadi cukup jauh dari kawasan permukiman penduduk.

Meski demikian, getaran gempa masih berpotensi dirasakan di beberapa wilayah yang berada di sekitar Kepulauan Sangihe dan kawasan utara Sulawesi, tergantung kondisi geologi setempat dan jarak dari pusat gempa.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi informasi gempa yang terjadi. Warga diminta untuk selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Dalam setiap kejadian gempa bumi, masyarakat juga disarankan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali memasuki rumah apabila merasakan getaran yang cukup kuat.

Selain itu, warga diimbau memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul darurat tetap dapat diakses sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan gempa susulan.

Baca juga:  Anjing Liar Positif Rabies Gigit 15 Warga Di Pasar Buleleng, Satu Korban Dirawat

Gempa Dangkal Berpotensi Menimbulkan Getaran Lebih Terasa

Menurut kajian kebencanaan, gempa dengan kedalaman sekitar 10 kilometer termasuk kategori gempa dangkal. Jenis gempa ini umumnya dapat menghasilkan guncangan yang lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa yang terjadi pada kedalaman lebih besar.

Namun, tingkat dampak yang ditimbulkan sangat bergantung pada magnitudo, jarak episentrum terhadap wilayah berpenduduk, serta kondisi tanah dan struktur bangunan di lokasi terdampak.

Karena pusat gempa kali ini berada cukup jauh di laut, dampak yang dirasakan di daratan kemungkinan relatif terbatas.

Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga aktivitas gempa bumi menjadi fenomena yang relatif sering terjadi.

Para ahli kebencanaan mengingatkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko saat terjadi gempa bumi. Langkah sederhana seperti mengetahui titik aman, memahami prosedur evakuasi, dan menyiapkan tas siaga bencana dapat membantu meminimalkan dampak ketika bencana terjadi.

Pemerintah dan instansi terkait juga terus mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG guna memperoleh data yang akurat dan terkini.

Data Gempa BMKG

  • Magnitudo: 5,2
  • Waktu: 10 Juni 2026, pukul 16.13.37 WIB
  • Lokasi: 5,71 LU – 125,15 BT
  • Pusat Gempa: 236 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
  • Kedalaman: 10 Km
  • Sumber: BMKG

Hingga saat ini, BMKG masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa tersebut. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi yang diperbarui oleh BMKG apabila terdapat perkembangan lebih lanjut terkait gempa magnitudo 5,2 di wilayah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

(DAW)