Bali Jagadhita 2026 Jadi Panggung Promosi Investasi, BI Tawarkan KEK Sanur Kepada Investor Global

IMG_20260607_190948.jpg

BI Bali menampilkan peragaan busana karya UMKM fesyen di sela penutupan ajang promosi ekonomi tahunan Bali Jagadhita di Mal Bali Galeria, Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (7/6/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Newestindonesia.co.id, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkenalkan berbagai peluang investasi strategis di Pulau Dewata, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, kepada enam duta besar negara sahabat dalam ajang Bali Jagadhita 2026.

Promosi investasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi internasional sekaligus membuka peluang masuknya investasi baru ke Bali dan wilayah Nusa Tenggara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Achris Sarwani mengatakan Bali Jagadhita 2026 mengusung empat pilar utama, yakni perdagangan, pariwisata, investasi, dan perluasan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami mengusung pilar perdagangan, pariwisata, investasi, serta memperluas akses pasar UMKM,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di sela penutupan ajang Bali Jagadhita 2026 di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu malam, dikutip melalui Antara.

Enam duta besar yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Duta Besar Armenia untuk Indonesia Serob Bejanyan, Duta Besar Oman Sheikh Mohammed Ahmed Salim Al Shanfari, Duta Besar Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, Duta Besar Bulgaria Tanya Dimitrova, Duta Besar Rumania Dan Adrian Balanescu, serta Duta Besar Bahrain Ahmed Abdulla Ahmed Alharmasi Alhajeri.

Dalam rangkaian kegiatan itu, BI Bali mengajak para duta besar untuk mengenal lebih dekat fasilitas dan layanan kesehatan yang telah beroperasi di KEK Kesehatan Sanur, sekaligus memperkenalkan berbagai layanan tambahan yang akan segera dibuka.

Selain memperkenalkan kawasan tersebut, BI Bali juga memfasilitasi pertemuan antara para duta besar dan investor potensial dengan pemilik maupun pelaksana proyek investasi yang berada di Bali dan Nusa Tenggara.

Tercatat sebanyak 21 proyek investasi dipresentasikan kepada para duta besar dan 35 investor potensial yang hadir dalam forum tersebut.

Baca juga:  Fenomena Cowok Menjauh Dari Cewek Karena Finansial, Bukan Sekadar PHP

Promosi Investasi Jadi Fokus Bali Jagadhita

Achris Sarwani menjelaskan bahwa promosi investasi menjadi salah satu agenda penting dalam penyelenggaraan Bali Jagadhita 2026. Upaya tersebut berjalan seiring dengan penguatan sektor perdagangan yang bertujuan memperluas peluang bisnis dan pasar bagi produk-produk UMKM, khususnya yang berorientasi ekspor.

Melalui forum ini, BI Bali berupaya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha, investor, perwakilan negara sahabat, hingga pelaku pariwisata untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Transaksi UMKM Capai Rp1,9 Miliar

Selama pelaksanaan Bali Jagadhita 2026 yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria, Kuta, transaksi langsung yang tercatat di 60 stan UMKM mencapai sekitar Rp1,9 miliar.

Produk-produk yang dipamerkan berasal dari UMKM di Bali dan Nusa Tenggara dengan potensi nilai transaksi yang diperkirakan mencapai Rp23 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk lokal sekaligus menjadi indikator meningkatnya peluang ekspor bagi pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Dukung Promosi Pariwisata Bali

Selain perdagangan dan investasi, BI Bali juga aktif mendukung sektor pariwisata melalui partisipasi dalam Bali Beyond Travel Fair (BBTF) yang digelar pada akhir Mei 2026.

Menurut Achris Sarwani, ajang promosi pariwisata tahunan tersebut mencatat potensi nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,9 triliun.

Kegiatan itu mempertemukan 407 pelaku usaha sebagai pembeli dari 44 negara dengan pelaku industri pariwisata dari 12 provinsi di Indonesia.

Sebanyak 208 penjual turut terlibat dalam forum bisnis tersebut guna memperluas jaringan kerja sama dan peluang transaksi sektor pariwisata.

Pemprov Bali Tegaskan Terbuka terhadap Investasi

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memberikan apresiasi terhadap konsistensi Bank Indonesia Bali dalam menginisiasi Bali Jagadhita dan membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk mempromosikan potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi daerah.

Baca juga:  Wamenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Baru Di Subang, Investasi Tembus Rp300 Miliar

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Bali tetap membuka peluang investasi bagi investor domestik maupun internasional dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelestarian budaya lokal.

“Kami terbuka dengan investasi. Ketentuannya semua investasi memperhatikan penghormatan budaya Bali dan menopang keberlanjutan,” imbuhnya.

Melalui Bali Jagadhita 2026, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia berharap Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga menjadi pusat perdagangan, investasi, dan pengembangan UMKM yang mampu bersaing di pasar global.

(DAW)