Newestindonesia.co.id, FTSE Russell resmi mengeluarkan empat saham Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai langkah tersebut merupakan konsekuensi jangka pendek dari reformasi pasar modal yang tengah dilakukan otoritas dan self regulatory organization (SRO).
Empat emiten yang dikeluarkan dari indeks global tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA). Keputusan itu diumumkan FTSE Russell dalam laporan “June 2026 Quarterly Review” dan efektif berlaku setelah penutupan perdagangan 19 Juni 2026.
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pencoretan saham tersebut dipahami sebagai bagian dari proses pembenahan pasar modal Indonesia.
“Kita pahami itu sebagai konsekuensi jangka pendek dari upaya reformasi yang kita lakukan bersama-sama di pasar modal kita,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026) dikutip melalui detikFinance.
Menurut Jeffrey, reformasi yang dilakukan regulator dan SRO bertujuan memperkuat fondasi pasar modal dalam jangka panjang, termasuk peningkatan transparansi dan kualitas perdagangan saham di Indonesia.
Ia mengakui keputusan FTSE Russell tersebut berdampak terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terutama akibat aksi jual investor asing setelah pengumuman pencoretan saham.
“Untuk jangka pendek mungkin iya. Tetapi apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan jangka panjang dari pasar modal kita,” kata Jeffrey.
Jeffrey menambahkan, investor dengan orientasi investasi jangka panjang diyakini tetap akan melihat reformasi pasar modal Indonesia sebagai langkah positif.
“Investor yang horizonnya harusnya hakikat berinvestasi di pasar modal itu adalah jangka panjang, tentu akan melihat ini sebagai sesuatu yang positif,” lanjutnya.
Alasan FTSE Russell Depak 4 Saham RI
FTSE Russell menjelaskan, pencoretan dilakukan karena sejumlah saham tidak lagi memenuhi kriteria indeks global.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dikeluarkan dari kategori Large Cap GEIS karena masuk kategori high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Sementara PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dicoret dari kategori micro cap akibat free float berada di bawah batas minimum.
Adapun saham PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria failed surveillance stocks screen.
FTSE Russell juga menyatakan hasil tinjauan indeks tersebut masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan 5 Juni 2026 sebelum ditetapkan final pada 8 Juni 2026.
Dana Asing Keluar dan Tekanan IHSG
Sejumlah analis menilai keputusan FTSE Russell turut memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menyebut investor global yang menggunakan FTSE sebagai acuan ETF telah melakukan aksi antisipasi sebelum pengumuman resmi dirilis.
“Mengenai aksi outflow, sebenarnya para manajer investasi sudah melakukan front run terlebih dahulu,” ujar Faris.
Menurutnya, aksi penyesuaian portofolio tersebut memicu keluarnya dana asing hingga sekitar Rp4 triliun dari pasar domestik dan ikut menekan IHSG dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, Faris menilai dampak FTSE Russell terhadap pasar Indonesia tidak akan sebesar ketika MSCI mengeluarkan saham-saham Indonesia dari indeksnya karena dana kelolaan berbasis FTSE relatif lebih kecil.
Reformasi Pasar Modal Jadi Fokus
BEI menegaskan reformasi pasar modal tetap menjadi prioritas meskipun memunculkan tekanan jangka pendek terhadap pasar.
Langkah reformasi tersebut antara lain berkaitan dengan peningkatan transparansi kepemilikan saham, penguatan kualitas free float, dan pengawasan perdagangan saham di Bursa.
Otoritas pasar modal berharap reformasi yang berjalan dapat meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor global dalam jangka panjang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


