Newestindonesia.co.id, Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menggratiskan 801 sekolah swasta tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh). Program tersebut disebut menjadi salah satu kebijakan strategis daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Andra mengatakan jumlah sekolah negeri tingkat menengah atas di Banten yang hanya mencapai 271 sekolah belum mampu menampung seluruh lulusan SMP setiap tahun. Karena itu, Pemprov Banten menjalankan program sekolah gratis sejak 2025 dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Banten.
“Di tahun pertama kita menyasar kelas X dengan jumlah 6.705 penerima manfaat dari 801 sekolah swasta yang bekerja sama dengan kami, terbanyak dibanding daerah lain,” kata Andra di Kota Tangerang, Sabtu (9/5) dikutip melalui detikNews.
Menurut Andra, program sekolah gratis tersebut dirancang agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah. Ia menilai pendidikan menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Banten.
“Dengan program itu, saya meyakini bisa meningkatkan SDM kita, sesuai dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yakni meningkatkan kualitas manusia Indonesia,” ujarnya.
Program sekolah gratis itu juga akan diperluas pada 2026 dengan melibatkan Madrasah Aliyah (MA) swasta. Pemprov Banten kini tengah menjajaki kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten agar sekolah berbasis keagamaan turut masuk dalam program tersebut.
“Lalu di tahun ini kita akan kembangkan ke sekolah Madrasah Aliyah,” ucap Andra.
Sebelumnya, Andra menegaskan program sekolah gratis merupakan kebijakan strategis untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di Banten, khususnya bagi mereka yang terkendala faktor ekonomi.
“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak yang memilih pendidikan berbasis agama juga mendapatkan kesempatan yang sama,” kata Andra.
Pemprov Banten mencatat hingga saat ini program sekolah gratis telah dirasakan puluhan ribu siswa di seluruh wilayah Banten. Pemerintah daerah juga memastikan sekolah mitra wajib menggratiskan sejumlah biaya pendidikan seperti SPP dan biaya operasional lainnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengapresiasi program sekolah gratis yang dijalankan Pemprov Banten. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk menekan angka putus sekolah.
“Meskipun berdasarkan penelitian, faktor ekonomi itu bukan alasan satu-satunya anak putus sekolah, ada alasan lainnya seperti lokasi yang jauh, budaya setempat, serta lainnya,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini juga terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai jalur pembelajaran, termasuk lewat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Oleh karena itu, sekali lagi saya mengapresiasi Program Sekolah Gratis yang diinisiasi oleh Pemprov Banten,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Banten juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah memastikan seluruh anak di Banten memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan menengah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


