Newestindonesia.co.id, Kasus meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya pelanggaran serius selama almarhumah menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) bahkan mendesak Kementerian Kesehatan melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap rumah sakit tersebut.
Dilansir melalui iNews (4/5), dr Myta diketahui merupakan dokter internship alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Dia meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang pada Jumat (1/5/2026). Kepergiannya memicu perhatian luas, terutama setelah beredar dugaan bahwa almarhumah tetap menjalankan tugas meski kondisi kesehatannya menurun.
Dugaan Beban Kerja Berlebihan
Dalam hasil penelusuran internal yang disampaikan IKA FK Unsri, ditemukan dugaan pelanggaran terhadap sistem kerja internship yang dijalani dr Myta. Salah satu yang menjadi sorotan yakni jam kerja yang dinilai tidak sesuai aturan.
IKA FK Unsri menyebut almarhumah diduga menjalani beban kerja berat tanpa waktu libur hingga tiga bulan, baik di bangsal maupun instalasi gawat darurat (IGD). Selain itu, disebut pula adanya minim supervisi dari dokter pembimbing selama masa internship berlangsung.
Ketua Umum IKA FK Unsri, dr H Ahmad Junaidi, menegaskan pihaknya akan mengawal penuh kasus tersebut hingga tuntas.
“IKA FK Unsri akan mengawal penuh kasus ini hingga tuntas,” kata Ahmad Junaidi dalam pernyataan tertulis.
Tetap Bertugas Meski Sakit
IKA FK Unsri juga mengungkap bahwa dr Myta diduga telah mengeluhkan kondisi kesehatannya sejak Maret 2026. Namun, meski mengalami sesak napas dan demam tinggi, almarhumah disebut tetap dijadwalkan menjalani tugas jaga malam.
Dalam laporan tersebut disebutkan saturasi oksigen dr Myta bahkan sempat berada di angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis yang memadai. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pengabaian terhadap kesehatan tenaga medis muda yang tengah menjalani internship.
Dugaan Masalah Administratif Rumah Sakit
Selain persoalan jam kerja dan kesehatan, IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan persoalan administratif di rumah sakit tempat dr Myta bertugas.
Dalam investigasi internal disebutkan adanya kekosongan obat di rumah sakit sehingga pasien maupun tenaga kesehatan diminta mencari obat secara mandiri di luar fasilitas kesehatan.
Tak hanya itu, muncul pula dugaan adanya tekanan terhadap dokter internship agar kondisi kerja yang mereka alami tidak dipublikasikan.
IKA FK Unsri menyebut terdapat arahan dari oknum pembimbing untuk membatasi penyebaran informasi demi menghindari perpanjangan masa internship.
Desak Audit dan Buka Peluang Jalur Hukum
Menyikapi kasus tersebut, IKA FK Unsri secara resmi telah menyurati Menteri Kesehatan dan meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap RSUD KH Daud Arif sebagai wahana internship dokter.
Dalam surat pernyataan resminya, IKA FK Unsri meminta Kementerian Kesehatan dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mengevaluasi sistem pembinaan, supervisi, hingga kelayakan rumah sakit sebagai tempat pendidikan dokter internship.
“IKA FK Unsri mendesak pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan KKI untuk segera melakukan audit menyeluruh,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.
IKA FK Unsri juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kasus meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy.
Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas
Suasana duka menyelimuti pemakaman dr Myta di Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. Keluarga berharap kasus yang menimpa almarhumah dapat diusut hingga tuntas dan menjadi evaluasi besar bagi sistem pendidikan dokter di Indonesia.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas publik dan komunitas tenaga kesehatan karena dinilai menyangkut keselamatan dokter muda selama menjalani masa internship di berbagai rumah sakit di Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


