Newestindonesia.co.id, Polemik kasus pernikahan sesama wanita di Kota Malang, Jawa Timur terus bergulir setelah Erfastino Reynaldi alias Rey Malawat membantah tudingan telah menyembunyikan identitasnya. Pernyataan tersebut langsung ditanggapi pihak keluarga Intan Anggraeni yang menyebut memiliki bukti-bukti terkait kasus ini.
Perwakilan keluarga Intan, Eko NS, menegaskan bahwa pernyataan Rey yang disampaikan ke publik tidak sesuai dengan fakta yang mereka ketahui. Ia menyebut keluarga sama sekali tidak mengetahui identitas Rey sebagai perempuan sejak awal hubungan hingga pernikahan berlangsung.
“Kami dari pihak keluarga sama sekali tidak tahu bahwa Rey adalah perempuan,” kata Eko, Minggu (12/4/2026) dikutip melalui detikJatim.
Menurutnya, selama ini keluarga maupun Intan hanya mengenal sosok tersebut dengan nama Rey tanpa mengetahui identitas asli. Fakta tersebut baru terungkap setelah kasus ini mencuat ke publik.
Eko juga menjelaskan bahwa pihak keluarga baru mengetahui identitas Rey setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk dengan mendatangi lingkungan tempat tinggal Rey. Dari situ, mereka memperoleh informasi mengenai identitas sebenarnya.
Selain membantah soal identitas, pihak keluarga juga menyinggung berbagai janji yang disebut pernah disampaikan Rey kepada Intan menjelang pernikahan. Eko mengklaim pihaknya memiliki bukti percakapan terkait janji-janji tersebut.
“Kami ada bukti bahwa Rey ini bilang maminya sudah menyiapkan gelang seharga Rp 100 juta,” ujarnya.
Ia juga menyebut adanya janji lain berupa pemberian mobil mewah yang disebut akan diberikan saat pernikahan resmi. Bukti tersebut, menurut Eko, tersimpan dalam bentuk percakapan digital.
Di sisi lain, Eko turut membantah klaim Rey yang menyebut pernikahan tersebut merupakan keinginan Intan. Ia menegaskan bahwa justru Intan sempat ingin mengakhiri hubungan sebelum pernikahan terjadi.
“Kami punya bukti chat Intan ingin mengakhiri hubungan tapi Rey tidak mau,” kata Eko.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga membantah tudingan bahwa mereka telah mengetahui identitas Rey sejak awal. Pernyataan tersebut dinilai tidak benar dan bertentangan dengan fakta yang mereka alami.
Dalam perkembangan lain, keluarga Intan bahkan berencana menempuh langkah hukum atas pernyataan Rey yang dianggap merugikan. Mereka menilai terdapat unsur pencemaran nama baik dalam pernyataan yang beredar di media.
“Apa yang diungkapkan dan dikatakan Rey, itu semua tidak benar,” ujar Eko.
Ia menambahkan bahwa laporan akan kembali dilayangkan ke pihak kepolisian sebagai respons atas pernyataan tersebut.
Pihak keluarga juga menegaskan bahwa Intan baru mengetahui identitas Rey sebagai perempuan setelah pernikahan berlangsung. Hal itu disebut terjadi pada malam pertama, sebelum akhirnya Intan menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga.
Kasus ini pun kini masih terus berkembang dengan adanya perbedaan versi antara kedua belah pihak, baik terkait identitas, kronologi hubungan, hingga proses pernikahan yang terjadi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login