Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan pelecehan terhadap seorang siswi SMP di wilayah Jakarta Barat viral di media sosial dan memicu kemarahan para siswa. Dalam video yang beredar, sejumlah pelajar terlihat emosi dan sempat berupaya menyerang terduga pelaku sebelum akhirnya dilerai pihak sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, dan kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
Berdasarkan video yang beredar, situasi sempat memanas karena siswa lain yang geram berusaha menghakimi terduga pelaku. Namun, tindakan tersebut berhasil dicegah oleh petugas keamanan sekolah sehingga tidak terjadi aksi kekerasan lebih lanjut.
Polisi: Kronologi Masih Didalami
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Ia juga menyebut adanya perbedaan antara informasi yang beredar di media sosial dengan keterangan yang diperoleh di lapangan.
“Lagi kita lidik dan dalami dulu kronologisnya. Nanti ya, kami dalami dulu kronologisnya, karena kronologisnya bukan begitu (beda dengan di sosmed),” ujar Rihold saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026) dikutip melalui Suara.com.
Menurutnya, informasi yang viral di media sosial belum tentu sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi.
Bantahan Soal Dugaan Pelecehan
Dalam narasi yang beredar, korban disebut mengalami pelecehan dengan cara disentuh pada bagian sensitif. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menyebut pengakuan korban tidak sesuai dengan informasi tersebut.
“Pengakuan anaknya gak ada pegang,” kata Rihold.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan kejadian sebenarnya.
Siswa Sempat Emosi, Nyaris Terjadi Aksi Main Hakim Sendiri
Video yang viral menunjukkan bagaimana emosi para siswa memuncak setelah mengetahui dugaan kejadian tersebut. Mereka berusaha mengejar dan menyerang terduga pelaku, namun situasi berhasil dikendalikan sebelum terjadi tindakan yang lebih jauh.
Peristiwa ini kembali menyoroti potensi bahaya dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial, terutama ketika memicu reaksi spontan di lapangan.
Imbauan Polisi
Polisi mengimbau masyarakat, termasuk pelajar, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Penyelidikan saat ini masih berlangsung, dan pihak kepolisian meminta publik menunggu hasil resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login