Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Horor Anjing Liar Di Sulbar: Anak-anak Jadi Target, Warga Siaga Malam Hari

Foto: Kasus serangan anjing liar di Polewali Mandar kembali terjadi, kali ini menimpah bocah 5 tahun. (dok. istimewa)

Newestindonesia.co.id, Teror kawanan anjing liar di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, semakin meresahkan. Dalam dua bulan terakhir, serangan terhadap warga—terutama anak-anak—tercatat terus meningkat, bahkan hingga menyebabkan luka serius.

Berdasarkan catatan pemberitaan, sedikitnya empat anak menjadi korban serangan anjing liar saat beraktivitas di sekitar area persawahan. Situasi ini membuat warga hidup dalam ketakutan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari.

Serangan Berawal dari Kakak Beradik

Serangan pertama yang memicu keresahan warga terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026, di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo. Dua bocah kakak beradik, Padli (9) dan Alif (7), menjadi korban saat sedang mencari ikan di saluran air persawahan.

Kepala Desa Banua Baru, M Taufik, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Kedua korban diserang secara tiba-tiba oleh kawanan anjing liar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Itu anak pergi tangkap ikan di saluran air sawah, di situlah digigit (anjing),” ujar Taufik dikutip melalui detikSulsel.

Menurutnya, jumlah anjing liar yang menyerang mencapai sekitar enam ekor. Kondisi korban cukup memprihatinkan karena mengalami luka gigitan di beberapa bagian tubuh.

Beruntung, seorang petani yang melintas di lokasi segera memberikan pertolongan. Namun, situasi saat itu sempat mengejutkan.

“Kebetulan ada petani lewat langsung diusir itu anjing. Bayangkan, itu orang yang tolong sempat dikira bangkai itu yang dikeroyok, ditarik-tarik anjing, ternyata anak kecil,” paparnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kedua korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka yang cukup parah.

Teror Berlanjut, Balita Ikut Jadi Korban

Alih-alih mereda, teror anjing liar justru kembali terjadi beberapa minggu kemudian. Kali ini, korban adalah seorang balita bernama Ilham (3), warga Desa Bakka-Bakka, yang diserang saat bermain di area persawahan pada Jumat, 19 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 Wita.

Baca juga:  Anjing Liar Positif Rabies Gigit 15 Warga Di Pasar Buleleng, Satu Korban Dirawat

Kepala Desa Bakka-Bakka, Sudirman, mengungkapkan bahwa korban saat itu sedang bermain bersama teman-temannya sebelum tiba-tiba diserang.

“Katanya lagi main di sawah itu anak (korban) sama teman-temannya, lalu diserang anjing,” kata Sudirman.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Balita tersebut mengalami sejumlah luka di tubuhnya, termasuk di bagian kepala dan paha. Ia berhasil diselamatkan setelah keluarganya datang memberikan pertolongan.

Peristiwa ini semakin mempertegas bahwa ancaman anjing liar di wilayah tersebut belum terkendali dan cenderung meningkat.

Total Korban Bertambah

Dalam perkembangan terbaru, jumlah korban bertambah menjadi empat anak. Serangan terjadi secara berulang di lokasi yang relatif berdekatan, yakni di sekitar area persawahan dan permukiman warga di Kecamatan Wonomulyo.

Polanya pun serupa: korban merupakan anak-anak yang sedang bermain atau beraktivitas di luar rumah, sementara kawanan anjing liar muncul secara tiba-tiba dan menyerang secara berkelompok.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Fenomena ini memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat. Warga bahkan mulai membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah, terutama di area terbuka seperti sawah dan kebun.

Warga Turun Tangan Berburu Anjing Liar

Karena serangan yang terus berulang, warga setempat akhirnya mengambil tindakan dengan memburu kawanan anjing liar tersebut.

Berbagai cara dilakukan, mulai dari menggunakan senapan angin hingga memasang umpan beracun untuk melumpuhkan hewan-hewan tersebut.

“Tadi malam itu yang satu ekor (anjing) dilumpuhkan dengan cara ditembak pas kena kepalanya,” ungkap Taufik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Upaya perburuan dilakukan secara swadaya oleh warga, bahkan hingga malam hari. Hasilnya, beberapa ekor anjing berhasil dilumpuhkan, meskipun sebagian lainnya masih berkeliaran.

“Semalam muncul lagi (anjing) masuk kampung. Ramai-ramai, namun satu sempat terpisah, itu yang berhasil dibunuh,” lanjutnya.

Baca juga:  Wajah Ridwan Kamil Dihapus Dari Underpass Dewi Sartika Depok, Ini Respons Pemerintah Jawa Barat

Meski demikian, ancaman belum sepenuhnya hilang. Warga masih siaga dan terus melakukan pemantauan terhadap kemunculan anjing liar di sekitar pemukiman.

Dugaan Rabies dan Penanganan Medis

Selain ancaman fisik, serangan anjing liar ini juga memunculkan kekhawatiran akan potensi penyebaran rabies. Pihak Puskeswan setempat pun turun tangan untuk menyelidiki kemungkinan tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sampel dari anjing yang telah dilumpuhkan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Hingga kini, hasil resmi terkait status rabies masih dalam proses.

Di sisi lain, pemerintah setempat mulai mengambil langkah pencegahan dengan menyiapkan vaksinasi massal untuk hewan penular rabies (HPR).

Sekitar 100 dosis vaksin disiapkan untuk wilayah terdampak, dengan harapan dapat memutus rantai penularan penyakit.

Faktor Penyebab Kemunculan Anjing Liar

Belum ada kepastian mengenai penyebab meningkatnya agresivitas anjing liar di wilayah tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor lingkungan dan ketersediaan makanan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Anjing liar diduga masuk ke area permukiman karena kesulitan mencari makan di habitat aslinya.

Selain itu, tidak adanya pengawasan terhadap anjing peliharaan yang dibiarkan berkeliaran juga memperbesar risiko terjadinya serangan.

Pemerintah dan aparat setempat pun mengimbau warga untuk mengandangkan hewan peliharaan guna mencegah kejadian serupa.

Warga Dihantui Ketakutan

Situasi ini membuat warga hidup dalam kecemasan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Aktivitas bermain di luar rumah kini menjadi sesuatu yang berisiko.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Beberapa warga bahkan memilih untuk selalu mendampingi anak-anak mereka atau membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di sore hingga malam hari.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan anjing liar bukan hanya soal gangguan lingkungan, tetapi telah menjadi ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat.

Baca juga:  4 Remaja Ditangkap Di Kos Saat Tiduran dengan 5 Wanita, Terkait Pengeroyokan di Masjid Polman

Upaya Penanganan Harus Dipercepat

Kasus di Wonomulyo menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah yang lebih terstruktur dan sistematis.

Penanganan tidak hanya cukup dengan perburuan, tetapi juga perlu pendekatan jangka panjang, seperti:

Advertisement. Scroll to continue reading.
  • Pengendalian populasi anjing liar
  • Edukasi masyarakat tentang bahaya rabies
  • Program vaksinasi rutin
  • Penertiban hewan peliharaan

Tanpa langkah yang komprehensif, dikhawatirkan kasus serupa akan terus berulang dan bahkan menimbulkan korban lebih banyak.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sejumlah daerah menghadapi ancaman pemberhentian akibat kebijakan pembatasan belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja...

Regional

Newestindonesia.co.id, Serangan anjing liar kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kali ini, seorang balita menjadi korban setelah diserang dua ekor...

Regional

Newestindonesia.co.id, Seekor anjing liar yang diduga terinfeksi rabies mengamuk di kawasan Pasar Buleleng, Bali, dan menggigit sedikitnya 15 warga pada Minggu (8/3/2026) pagi. Seluruh...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kepolisian Polsek Urban Wonomulyo berhasil menangkap empat remaja yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap sejumlah pemuda di Masjid Al-Amin, Kabupaten Polewali Mandar (Polman),...

Regional

Newestindonesia.co.id – Sulbar, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binuang Paku di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat...

Regional

Newestindonesia.co.id -Sulbar, Seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Polda Sulawesi Barat ditemukan tewas dalam posisi tergantung di kebun miliknya di...

Regional

Newestindonesia.co.id, Siswi SMK Balanipa berinisial SA (16) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), di-bully hingga dianiaya rekannya. Pelaku berinisial RA (16) merupakan...

Regional

Newestindonesia.co.id, Sopir truk kontainer bernama Sahrul (25) buka suara usai menabrak apotek hingga ambruk di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Sahrul mengaku...

Advertisement