Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Teknologi

Menang Gugatan, Meta–YouTube Divonis Rp47 Miliar Atas Kecanduan Media Sosial

Laura Marquez-Garrett (C, blazer abu-abu), pengacara penggugat untuk SMVLC (Social Media Victims Law Center), berkumpul dengan orang tua dan anggota keluarga korban saat mereka bereaksi terhadap berita bahwa juri telah menyatakan Meta dan YouTube bertanggu(AFP)Layanan iklan
Laura Marquez-Garrett (C, blazer abu-abu), pengacara penggugat untuk SMVLC (Social Media Victims Law Center), berkumpul dengan orang tua dan anggota keluarga korban saat mereka bereaksi terhadap berita bahwa juri telah menyatakan Meta dan YouTube bertanggu(AFP)Layanan iklan

Newestindonesia.co.id, Sebuah preseden hukum besar tercipta di Amerika Serikat setelah juri di Pengadilan Los Angeles memenangkan gugatan seorang perempuan muda terhadap perusahaan teknologi raksasa Meta dan YouTube terkait kecanduan media sosial.

Penggugat yang dikenal sebagai Kaley (20) dinyatakan mengalami kecanduan media sosial sejak masa kanak-kanak. Dalam putusannya, juri menyatakan kedua perusahaan bertanggung jawab atas dampak psikologis yang dialami korban.

Dilansir melalui BBC Indonesia, Pengadilan memutuskan Meta menanggung 70% tanggung jawab, sementara YouTube sebesar 30%. Total ganti rugi yang dijatuhkan mencapai sekitar US$3 juta atau setara Rp47 miliar.

Putusan tersebut bahkan berpotensi meningkat signifikan. Nilai denda dapat membengkak hingga sekitar US$30 juta apabila pengadilan menetapkan ganti rugi tambahan (punitive damages) dalam tahap lanjutan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pembelaan Meta dan YouTube

Menanggapi putusan tersebut, Meta menyatakan akan mengajukan banding. Perusahaan menilai persoalan kesehatan mental remaja tidak bisa disederhanakan hanya pada satu faktor.

“Kesehatan mental remaja adalah isu yang sangat kompleks dan tidak bisa dikaitkan hanya pada satu aplikasi,” tulis pernyataan resmi Meta.

Meta juga menegaskan akan terus membela diri dan menilai setiap kasus memiliki konteks berbeda.

Sementara itu, pihak Google selaku induk YouTube juga menolak putusan tersebut. Juru bicara Google menyebut gugatan tersebut tidak tepat dalam memahami karakter platform mereka.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kasus ini salah memahami YouTube, yang merupakan platform streaming yang dibangun secara bertanggung jawab, bukan situs media sosial,” ujar perwakilan Google.

Titik Balik Industri Media Sosial

Kemenangan Kaley dinilai menjadi sinyal penting bagi industri teknologi global. Putusan ini membuka peluang bagi gelombang gugatan serupa yang tengah menunggu proses hukum di Amerika Serikat.

Baca juga:  Rekor Dunia: Domain AI.com Dibeli Warga Malaysia Kini Terjual Rp 1 Triliun

Direktur Riset Forrester, Mike Proulx, menyebut sentimen publik terhadap media sosial telah mencapai titik kritis.

Ia menggambarkan kondisi saat ini sebagai “titik didih”, di mana tekanan publik terhadap perusahaan teknologi semakin meningkat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Putusan ini juga muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap dampak media sosial terhadap anak dan remaja, termasuk isu kesehatan mental, paparan konten berbahaya, hingga desain platform yang dinilai adiktif.

Gelombang Gugatan dan Risiko Industri

Kasus Kaley disebut menjadi pintu masuk bagi ratusan bahkan ribuan gugatan serupa yang saat ini mengantre di pengadilan Amerika Serikat.

Tim hukum penggugat menegaskan bahwa putusan ini mengirim pesan kuat kepada industri teknologi.

“Tidak ada perusahaan yang berada di atas hukum jika menyangkut keselamatan anak-anak kita,” tegas tim hukum tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan meningkatnya tekanan hukum dan publik, perusahaan teknologi kini menghadapi risiko finansial dan reputasi yang signifikan, terutama jika lebih banyak kasus serupa dimenangkan oleh penggugat di masa mendatang.

Implikasi Lebih Luas

Kasus ini tidak hanya berdampak pada Meta dan YouTube, tetapi juga berpotensi mengubah regulasi dan praktik industri media sosial secara global.

Putusan tersebut memperkuat narasi bahwa platform digital harus bertanggung jawab atas dampak psikologis pengguna, khususnya anak-anak dan remaja.

Selain itu, kasus ini juga menjadi titik penting dalam perdebatan global mengenai batas tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap konten dan desain platform mereka.

Advertisement. Scroll to continue reading.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Peristiwa tragis terjadi di kawasan Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Dua pemuda dilaporkan digigit ular weling saat sedang berkumpul bersama...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang siswa sekolah dasar dan seorang pedagang di Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki babak baru. Polisi resmi menetapkan Kepala...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengaku sangat kecewa usai dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop...

Regional

Newestindonesia.co.id, Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu hamil ditandu warga selama tujuh jam menuju rumah sakit viral di media sosial. Peristiwa memilukan itu terjadi...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membenarkan bahwa terpidana kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo, saat ini tengah menjalani...

Regional

Newestindonesia.co.id, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau membongkar praktik judi online internasional berkedok lotre Hong Kong yang beroperasi di Kota Batam. Dalam...

Regional

Newestindonesia.co.id, Komplotan maling motor beraksi di kawasan Jalan Pesanggrahan, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Aksi para pelaku gagal setelah dipergoki warga saat hendak membawa kabur...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan spionase kembali mengguncang Amerika Serikat. Kali ini, sorotan tertuju pada mantan Wali Kota Arcadia, California, bernama Eileen Wang yang mengaku bertindak...

Advertisement