Newestindonesia.co.id, Foto yang memperlihatkan Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, disebut menggelar open house di sebuah hotel di Palembang, Sumatera Selatan, viral di media sosial. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
Foto yang beredar di media sosial itu menampilkan Joncik bersama sejumlah pihak di sebuah hotel. Narasi yang menyertainya menyebut adanya kegiatan open house mewah yang dilakukan di tengah isu efisiensi anggaran.
Menanggapi hal itu, Joncik Muhammad memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah adanya kegiatan open house sebagaimana yang ditudingkan dalam unggahan viral tersebut.
“Kami sampaikan secara resmi bahwa kami tidak mengadakan agenda open house di Hotel Arista Palembang,” ujar Joncik.
Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di hotel tersebut bukan untuk menggelar acara, melainkan hanya sebagai titik kumpul bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, titik kumpul itu telah disepakati sebelumnya guna mempermudah mobilisasi rombongan sebelum menghadiri undangan resmi dari Gubernur Sumatera Selatan.
“Kehadiran di lokasi tersebut hanya sebagai titik kumpul forkopimda dan OPD sebelum menghadiri open house Gubernur di Griya Agung pukul 10.00 WIB,” katanya.
Setelah berkumpul, rombongan kemudian berangkat bersama menuju Griya Agung untuk menghadiri open house yang memang diselenggarakan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
Usai menghadiri kegiatan tersebut, Joncik menyebut dirinya langsung menuju kediaman pribadi untuk melaksanakan agenda internal bersama keluarga.
Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada kegiatan formal maupun penerimaan tamu umum di hotel tersebut seperti yang beredar di media sosial.
“Jadi tidak ada kegiatan formal maupun penerimaan tamu umum (open house) di hotel sebagaimana yang diisukan,” tegasnya.
Terkait viralnya informasi tersebut, Joncik juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di momen Hari Raya Idulfitri.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan selalu merujuk pada sumber resmi agar tidak terjebak hoaks,” ujarnya.
Ia juga menyebut akan mempertimbangkan langkah lebih lanjut terkait unggahan yang menyebarkan informasi tersebut, termasuk kemungkinan membawa ke ranah hukum.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login