Newestindonesia.co.id, Sebuah serangan drone mengguncang ibu kota Irak setelah markas Badan Intelijen Nasional Irak menjadi sasaran, menewaskan satu anggota kepolisian. Insiden ini menambah kekhawatiran atas meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan.
Serangan terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 waktu setempat di distrik Mansour, Baghdad. Kepala unit media keamanan pemerintah Irak, Jenderal Saad Maan, menyatakan bahwa drone tersebut secara langsung menargetkan kompleks intelijen negara.
“Sebuah drone menargetkan markas Badan Intelijen Nasional Irak di distrik Mansour,” ujar Saad Maan dalam pernyataan singkat dikutip melalui Al Jazeera.
Ia menambahkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh kelompok yang disebut sebagai “kelompok di luar hukum” (outlaw groups), meski belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab.
Korban dan Dampak Serangan
Dalam serangan tersebut, satu petugas polisi dilaporkan tewas. Hingga saat ini, belum ada rincian tambahan mengenai identitas korban maupun kemungkinan korban lainnya.
Serangan ini menunjukkan meningkatnya penggunaan drone dalam konflik bersenjata di Irak, yang kini menjadi ancaman serius terhadap fasilitas negara.
Terjadi Setelah Serangan ke Fasilitas AS
Serangan terhadap markas intelijen Irak ini terjadi hanya beberapa jam setelah rangkaian serangan drone lain menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Baghdad.
Menurut dua pejabat keamanan, sedikitnya tiga drone menyerang pusat logistik dan diplomatik AS yang berada di area Bandara Internasional Baghdad pada malam sebelumnya.
Salah satu pejabat menyebutkan bahwa kebakaran sempat terjadi di sekitar lokasi setelah serangan ketiga.
Eskalasi Keamanan di Tengah Konflik Regional
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, Baghdad menjadi salah satu titik panas dengan serangkaian serangan drone dan roket, termasuk yang menyasar fasilitas diplomatik dan militer asing.
Situasi ini menandai meningkatnya ancaman terhadap stabilitas Irak, sekaligus memperlihatkan semakin luasnya dampak konflik regional ke dalam negeri.
Ancaman Drone Kian Nyata
Serangan drone kini menjadi salah satu taktik utama dalam konflik modern di Timur Tengah. Selain sulit dideteksi, biaya operasional yang relatif rendah membuatnya kerap digunakan oleh kelompok bersenjata non-negara.
Pemerintah Irak sendiri belum mengumumkan langkah balasan secara rinci, namun dipastikan investigasi tengah berlangsung untuk mengungkap pelaku di balik serangan tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login