Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Finansial

ADB Danai Rp2,5 Triliun Untuk Perluasan Internet Fiber Ke Rumah Di Indonesia

Foto: Rachman Haryanto via detikFinance.

Newestindonesia.co.id, Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) mengucurkan pembiayaan sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2,53 triliun untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur internet rumah di Indonesia. Dana tersebut diberikan kepada PT Link Net Tbk (Link Net) guna memperluas jaringan broadband berbasis fiber optik di Tanah Air.

Pendanaan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan internet rumah sekaligus memperluas jangkauan jaringan fiber-to-the-home (FTTH) yang memungkinkan akses internet berkecepatan tinggi langsung ke rumah-rumah melalui kabel fiber optik.

Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari dukungan ADB terhadap agenda transformasi digital Indonesia.

Ia menilai pembangunan infrastruktur digital menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang terus berkembang pesat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Alimov menyampaikan bahwa kesepakatan pembiayaan tersebut juga diharapkan memperluas akses internet yang lebih merata bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Kesepakatan penting ini memperkuat peran ADB sebagai mitra tepercaya dalam agenda pengembangan digital Indonesia,” ujar Alimov dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap perluasan layanan infrastruktur digital melalui Link Net bertujuan menyediakan akses internet yang inklusif serta membuka potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$366 miliar pada 2030.

Perluas Fiber Optik ke Rumah

Melalui pendanaan tersebut, Link Net akan memperluas jaringan fiber-to-the-home (FTTH) di berbagai wilayah di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan koneksi internet berkecepatan tinggi langsung ke rumah pelanggan melalui kabel fiber optik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu, investasi ini juga akan mendukung pengembangan model grosir akses terbuka (open access wholesale) yang bertujuan meningkatkan kualitas broadband nasional.

Baca juga:  Lowongan Kerja PHP Full Stack Developer Remote, Siapa Minat?

Model ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memperluas partisipasi masyarakat dalam ekonomi digital, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program tersebut juga diklaim sejalan dengan komitmen Indonesia dalam upaya pengurangan emisi karena jaringan baru yang dibangun menggunakan teknologi yang lebih hemat energi.

Industri Broadband Masih Tertinggal

Sejak 2015, industri broadband seluler di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Namun demikian, tingkat adopsi dan akses broadband tetap masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga, khususnya untuk layanan berbasis fiber optik.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Karena itu, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan sektor telekomunikasi untuk mempercepat pembangunan jaringan fiber. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyederhanakan proses perizinan serta menstandarkan struktur biaya guna menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat di industri broadband.

Link Net Sambut Positif Pembiayaan

Chief Executive Officer Link Net, Kanishka Gayan Wickrama, menyambut baik kerja sama dengan ADB tersebut.

Ia menilai pendanaan ini akan membantu perusahaan meningkatkan kemampuan layanan sekaligus memperluas jaringan broadband di Indonesia.

“Kami sangat antusias bermitra dengan ADB dalam proyek penting ini untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung ekonomi digital Indonesia,” kata Wickrama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menambahkan, kesepakatan pembiayaan tersebut juga membuka akses terhadap pendanaan jangka panjang yang diperlukan perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis dan operasionalnya ke depan.

“Kesepakatan keuangan ini akan memungkinkan kami menyediakan layanan yang lebih efisien dan cepat bagi pelanggan kami,” tambahnya.

Sebagai informasi, Link Net merupakan salah satu penyedia layanan broadband terkemuka di Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Axiata Group Berhad, perusahaan telekomunikasi regional yang berfokus pada layanan seluler dan broadband di Asia.

Baca juga:  Pemerintah Tetapkan Kenaikan Upah Minimum 2026, Kenaikan 10% Bisa Terjadi

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong berbagai negara mencari alternatif energi yang lebih stabil. Presiden Prabowo Subianto menilai...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Perusahaan media nasional di bawah naungan MNC Group, (RCTI, MNC TV, GTV / 3TV), membuka kesempatan karier bagi talenta muda yang memiliki minat...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipasarkan melalui Butik Logam Mulia mengalami penurunan pada perdagangan Senin (9/3/2026). Harga emas...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah diyakini mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Ketua Satuan Tugas (Satgas)...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Bank Raya membuka peluang karier bagi talenta profesional yang ingin berkembang di sektor perbankan. Perusahaan saat ini membuka lowongan untuk posisi Relationship Manager...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan kinerja keuangan yang melemah sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan serta laba bersih dibandingkan...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Jumlah tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada awal tahun 2026 tercatat mencapai ratusan orang. Data pemerintah menunjukkan sedikitnya 359 pekerja...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Pemerintah melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026 mengalami defisit sebesar Rp135,7 triliun. Angka tersebut setara dengan 0,53 persen...

Advertisement