Newestindonesia.co.id, PT Dahana resmi menerima Design Approval Type Certificate (TC) Bomb BNT-250 sekaligus Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan). Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat (20/2) dan menandai kesiapan bom BNT-250 untuk digunakan oleh TNI Angkatan Udara.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, serta sejumlah pejabat Puslaik Kemhan, termasuk Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, dan para perwira kelaikan udara.
Penyerahan Design Approval Type Certificate menegaskan bahwa bom BNT-250—produk hasil kolaborasi antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari—telah melalui seluruh tahapan verifikasi, termasuk evaluasi desain, analisis teknis, dan witnessing pada uji operasional di lapangan. Berdasarkan proses tersebut, bom BNT-250 dinyatakan telah lolos sertifikasi dan siap digunakan oleh user, terutama TNI Angkatan Udara.
Selain itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility, yang menyatakan bahwa fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan. Sertifikasi ini mencakup fasilitas produksi bom P-Series (termasuk P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi bom BNT-250, yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan inspeksi lapangan mencakup aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.
Dalam kesempatan itu, Yusep Nugraha Rubani menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan PT Dahana dalam mendukung kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.
“Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ujar Yusep.
Puslaik Kemhan menjalankan sertifikasi fasilitas produksi ini sebagai bagian dari proses tahunan untuk memastikan kesiapan fasilitas industri pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan. Melalui pencapaian terbaru ini, PT Dahana menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.
Konteks dan Signifikansi Produk BNT-250
Bom BNT-250 sendiri adalah bom udara nasional yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya kemandirian alutsista Indonesia, dirancang untuk memenuhi standar NATO. Produk ini merupakan varian bom tajam (live bomb) dengan kemungkinan menjadi pengganti bom udara impor jenis MK-82 yang selama ini digunakan oleh TNI AU, dengan bobot sekitar 250-270 kg, panjang sekitar 2,3 meter, dan menggunakan komponen dalam negeri >70%.
Dalam uji coba operasional sebelumnya, bom BNT-250 telah diuji oleh jet tempur F-16 Fighting Falcon Skadron Udara 3 di Lanud Iswahjudi dan berhasil menunjukkan akurasi tinggi serta kesiapan teknis.
Upaya ini merupakan bagian dari sinergi strategis antara PT Dahana, Dislitbangau TNI AU, lanud terkait, serta PT Sari Bahari, serta cita-cita untuk mengurangi ketergantungan pada impor alutsista sekaligus memperkuat industri pertahanan dalam negeri melalui produksi massal.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login