Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia tidak lagi membutuhkan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa tahun ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam agenda peresmian fasilitas terkait elektrifikasi dan industri kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah.
“Mungkin kita 2, 3 tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali. Kita punya kekuatan besar, kita sungguh-sungguh, kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Prabowo dikutip melalui detikNews.
Dorong Elektrifikasi dan Energi Bersih
Prabowo menegaskan, salah satu langkah utama untuk mencapai kemandirian energi adalah melalui percepatan elektrifikasi serta peralihan dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).
Menurutnya, penggunaan BBM ke depan akan dibatasi hanya untuk sektor-sektor strategis, sementara kebutuhan energi lainnya akan dialihkan ke listrik.
“Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon. Kita harus tinggalkan energi dari karbon, dari fosil,” kata Prabowo.
Ia juga mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada sektor energi, sehingga Indonesia harus bersiap dengan strategi yang kuat namun tetap optimistis.
“Kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan yang akan datang, tapi kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak,” ujarnya.
Target Elektrifikasi 100 Gigawatt
Dalam upaya mempercepat transisi energi, pemerintah menargetkan program elektrifikasi sebesar 100 gigawatt dalam waktu dua tahun.
Program ini juga diiringi dengan rencana penutupan sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini bergantung pada BBM.
“Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel,” tegas Prabowo.
Penutupan PLTD tersebut diperkirakan dapat menghemat konsumsi BBM hingga sekitar 200 ribu barel per hari atau sekitar 20 persen dari kebutuhan impor saat ini.
Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel BBM per hari untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Optimisme Mandiri Energi
Prabowo menilai Indonesia memiliki sumber daya energi yang sangat besar untuk mencapai kemandirian, baik dari energi fosil maupun energi terbarukan.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dan penghematan energi sebagai bagian dari strategi nasional.
“Walau bagaimana, kita harus hemat energi. Walau bagaimana, kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan,” imbuhnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri, termasuk produksi bus, truk, hingga rencana produksi massal mobil sedan listrik pada 2028.
Di akhir pernyataannya, Prabowo menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia.
“Indonesia tidak gelap, Indonesia sangat-sangat cerah, kita sangat kuat, semakin kuat, pertumbuhan kita baik. Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia,” pungkasnya.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login