Newestindonesia.co.id, Pada malam yang menggetarkan di RAMS Park, Istanbul, Turkiye, Galatasaray menghancurkan tenaga dan reputasi Juventus dengan skor mencolok 5–2 dalam leg pertama babak playoff 16 besar Liga Champions UEFA 2025/26. Keunggulan besar ini menempatkan Galatasaray di posisi unggul menjelang leg kedua di Turin pekan depan, dengan peluang besar lolos ke babak 16 besar kompetisi paling bergengsi di Eropa bahkan untuk pertama kalinya sejak 2014.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Drama Pertahanan
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Galatasaray membuka skor lebih dulu melalui Gabriel Sara pada menit ke-15 lewat tembakan jarak jauh yang menyusup ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan kiper Juventus.12 Menit berselang, Juventus bangkit cepat melalui Teun Koopmeiners, yang mengonversi peluang menjadi gol untuk membawa tim tamu unggul 2–1 sebelum turun minum.
Babak pertama penuh tekanan menunjukkan dua wajah berbeda: Galatasaray berani menekan di lini depan sedangkan Juventus tampil tajam dalam transisi cepat. Namun lini belakang Juventus terlihat beberapa kali kebobolan kemudahan dalam penguasaan bola lawan.
Babak Kedua: Kebangkitan Galatasaray & Kekacauan Juventus
Setelah turun minum, momentum benar-benar berubah. Tidak butuh waktu lama — hanya 4 menit — Noa Lang mencetak gol penyeimbang untuk Galatasaray pada menit ke-49, membawa semangat tuan rumah kembali menyala. Gol itu menjadi awal dari kebangkitan dramatis.
Pada menit ke-60, Davinson Sánchez berhasil membawa Galatasaray unggul untuk pertama kalinya di laga ini melalui sundulan tajam dari bola mati. Skor kini berubah menjadi 3–2, memaksa Juventus bekerja ekstra keras untuk kembali ke permainan.
Situasi semakin berat bagi Juventus ketika Juan Cabal menerima kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan pada menit ke-67, membuat Bianconeri harus bertahan hanya dengan sepuluh pemain. Kartu merah ini menjadi momen yang mengubah jalannya pertandingan — setelah itu, Galatasaray benar-benar menguasai laga.
Tidak cukup hanya unggul setelah kartu merah itu — Galatasaray terus menyerang:
- Noa Lang mencetak gol kedua pada menit ke-75 untuk memperlebar skor menjadi 4–2.
- Sacha Boey menutup pesta gol tuan rumah pada menit ke-86, mengunci skor akhir 5–2.
Analisis Taktik & Penyebab Kekalahan Juventus
Menurut pengamat sepak bola, kekalahan Juventus bukan hanya soal gol semata, melainkan masalah pertahanan yang longgar dan kurangnya disiplin di lini tengah saat menghadapi tekanan tinggi tuan rumah. Juventus tampil sangat lemah dalam merespons build-up play Galatasaray di babak kedua, terutama setelah turun menjadi 10 pemain.
Lini belakang Juventus sering kehilangan posisi saat serangan cepat lawan memukul, sehingga memberi ruang bagi Lang, Sanchez dan Boey untuk memanfaatkan celah. Kartu merah Cabal juga dicatat sebagai salah satu momen paling krusial yang mengubah ritme permainan.
Reaksi Pelatih & Pemain
Pelatih Galatasaray: Okan Buruk
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, menyebut pertandingan ini sebagai salah satu kemenangan paling bersejarah bagi klubnya di Eropa:
“Ini adalah pertandingan yang tak terlupakan. Kami bermain luar biasa dari awal sampai akhir dan suporter kami memberikan dukungan luar biasa. Ini adalah malam bagi sejarah klub kami.”
Pelatih Juventus: Luciano Spalletti
Di sisi lain, pelatih Juventus Luciano Spalletti mengakui timnya menampilkan performa jauh di bawah ekspektasi:
“Kami kehilangan kontrol di babak kedua dan gagal mempertahankan keunggulan. Ini adalah momen sulit, tetapi kami akan menganalisis semua aspek untuk leg kedua.”
Data Statistik Singkat
| Fakta | Detail |
|---|---|
| Skor Akhir | Galatasaray 5 – 2 Juventus |
| Stadium | RAMS Park, Istanbul, Turkiye |
| Gol Galatasaray | Sara (15′), Lang (49′, 75′), Sánchez (60′), Boey (86′) |
| Gol Juventus | Koopmeiners (16′, 32′) |
| Kartu Merah | Cabal (Juventus, 67′) |
| Hadir | ~49.977 penonton |
Dampak & Prospek Leg Kedua
Dengan kemenangan ini, Galatasaray membawa keunggulan tiga gol ke pertandingan leg kedua di Stadion Allianz, Turin, pada 25 Februari 2026. Untuk lolos ke babak 16 besar, Juventus harus menang dengan selisih minimal tiga gol tanpa kebobolan — sebuah tugas berat mengingat performa mereka di leg pertama.
Bagi Galatasaray, kemenangan ini bukan hanya modal besar untuk lolos, tetapi juga salah satu hasil klub paling gemilang di kompetisi Eropa dalam beberapa tahun terakhir — menciptakan momentum positif besar baik dalam sejarah klub maupun reputasi mereka di panggung UEFA Champions League.
Pertandingan Galatasaray vs Juventus (5–2) di Liga Champions UEFA 18 Februari 2026 di RAMS Park, Istanbul menjadi salah satu laga paling dramatis di babak playoff musim ini. Galatasaray tampil penuh determinasi untuk membalikkan keadaan, sementara Juventus gagal mempertahankan keunggulan dan digulung habis oleh tim tuan rumah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login