Newestindonesia.co.id – Sumsel, Seorang pria di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial Redi (23) dilaporkan membacok ayah kandungnya sendiri hingga kondisi korban kritis dan dirawat di rumah sakit. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di kediaman mereka di Jalan Perumnas Dayang Torek, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Menurut keterangan polisi, insiden bermula ketika korban, Ujang Romli, menasihati anaknya sehingga terjadi adu mulut antara keduanya. Merasa tidak senang dengan teguran tersebut, Redi kemudian meninggalkan rumah untuk mengambil senjata tajam jenis parang. Setelah kembali, ia langsung menyerang ayahnya di bagian muka.
“Karena tidak senang dinasehati oleh korban, tersangka pun pulang ke rumahnya untuk mengambil senjata tajam jenis parang. Tersangka kemudian langsung menuju kamar korban dan langsung membacok kepala korban sebanyak satu kali,” kata AKP M Kurniawan Azwar, Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, dikutip melalui detikSumbagsel.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian muka sebelah kanan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara, pelaku sempat melarikan diri namun kemudian diamankan oleh keluarga pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB dan diserahkan ke pihak kepolisian.
Dugaan Gangguan Jiwa dan Riwayat
Kasus itu kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian dengan pendalaman motif dan kondisi mental tersangka. Dari informasi yang dihimpun, kasus ini tidak berdiri sendiri: sebelumnya Redi pernah ditangkap karena memukul ayahnya pada Desember 2024 akibat sering ditegur.
Dalam kejadian itu, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Palembang dan menjalani rawat jalan setelah keluar pada Oktober 2025. Namun, karena kendala biaya, pengobatan tidak dilanjutkan.
Kader kesehatan dari Puskesmas Sidorejo Lubuklinggau membenarkan dugaan gangguan jiwa tersebut.
“Anak itu (Redi) memang ada gangguan jiwa dan masih dalam tahap rawat jalan. Seharusnya bulan Oktober kemarin dia kontrol ke RSJ Palembang, tapi orang tuanya tidak punya uang sehingga pengobatannya terhenti,” ujar Susie, Kamis (4/2/2026).
Pihak Puskesmas bahkan sudah mengimbau keluarga untuk tidak menghentikan rawat jalan, karena dikhawatirkan kondisi mentalnya akan kembali kambuh. “Kita pernah mengimbau agar rawat jalan anak itu jangan berhenti, takutnya dikhawatirkan penyakitnya bakal kambuh lagi,” tambah Susie.
Namun, aparat kepolisian menyatakan proses penyidikan masih berjalan untuk memastikan apakah tersangka benar-benar mengalami gangguan jiwa atau permasalahan lain.
“Belum dapat kami simpulkan karena saat diperiksa dia masih nyambung. Nanti setelah kami selesai periksa terkait kasus pembacokan itu baru akan kita cari tahu,” kata Kasat Reskrim AKP M Kurniawan Azwar.
Kronologi Kejadian Singkat
Minggu (1/2/2026) – Redi membacok ayahnya di rumah keluarga di Perumnas Dayang Torek, Lubuklinggau.
Kondisi korban – Dirawat secara intensif di RS Siti Aisyah Lubuklinggau.
Senjata yang digunakan – Sebilah parang bergagang plastik warna abu-abu disita polisi.
Pelaku – Diamankan oleh keluarga keesokan harinya dan dibawa ke Polres Lubuklinggau untuk pemeriksaan lebih lanjut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login