Newestindonesia.co.id – Sulsel, Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di depan halaman SMP Negeri 2 Parepare, Sulawesi Selatan pada Selasa (3/2/2026) pagi ketika seorang pria diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan dalam kondisi telanjang di trotoar persis di depan sekolah. Aksi pria itu membuat warga dan para siswa sekolah setempat menjadi resah dan khawatir akan keselamatan mereka.
Warga Geram, Lurah Turun Tangan
Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan kepada perangkat kelurahan oleh seorang warga, Ibu Naomi, yang melihat pria itu dalam keadaan tanpa busana. Lurah Ujung Lare, Ahmad Agung, menjelaskan kronologi awal bagaimana pihaknya mendapat informasi.
“Tadi itu melapor Ibu Naomi bahwa ada ODGJ yang telanjang di depannya sekolah SMP 2. Jadi dihubungi RT, RW, dan Babinsa,” ujar Ahmad kepada detikSulsel.
Menurut Agus, panggilan akrabnya, pria itu sebenarnya mengenakan sarung namun seringkali dilepas sesuka hati, yang kemudian membuat warga merasa tidak nyaman dan meningkatkan keresahan di lingkungan sekitar sekolah.
Penanganan Petugas: Dari Pembersihan hingga Perawatan Medis
Setelah laporan diterima, petugas gabungan dari kelurahan, RT/RW, dan Babinsa langsung bergerak cepat untuk mengamankan pria ODGJ tersebut. Petugas menemukan bahwa meskipun kondisinya memprihatinkan, pria itu tidak bersikap agresif.
Ahmad menjelaskan:
“Meresahkan, tapi tidak liar. Maksudnya tidak melawan, manut saja saat disuruh mandi.”
Pria tersebut kemudian dibawa ke rumah warga untuk dibersihkan, diberi pakaian yang layak, dan mendapat makanan. Selain itu, petugas juga mencukur rambutnya dan mengganti pakaiannya.
Namun, kondisi fisik pria ODGJ itu juga memprihatinkan. Tim penanganan menemukan bahwa lima jarinya mengalami infeksi karena cincin yang sudah terlalu rapat dan melekat sampai menembus kulit. Ahmad mengatakan bahwa kondisi tersebut memerlukan penanganan medis khusus.
Dirujuk ke RSUD Andi Makkasau
Petugas pemadam kebakaran kemudian dipanggil untuk melepas cincin yang mengikat jari pria itu. Akan tetapi, dokter dari Puskesmas setempat menyarankan agar penanganan dilakukan di rumah sakit karena kondisi luka dan infeksi yang cukup parah.
“Jadi didampingi kader posyandu dan Satpol PP dibawa ke Rumah Sakit Tipe B (RSUD Andi Makkasau) untuk perawatan tangannya. Karena kata dokter harus dibius dulu baru bisa dikerjakan (dilepas cincinnya),” pungkas Ahmad.
Tinjauan: Kasus Keamanan Publik dan Penanganan ODGJ
Peristiwa ini kembali membuka diskusi tentang bagaimana penanganan terhadap ODGJ di ruang publik. Kasus seperti ini seringkali membutuhkan koordinasi antara aparat keamanan, layanan kesehatan, dan lembaga sosial untuk memastikan keselamatan baik individu bersangkutan maupun masyarakat luas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login